Barista dengan Kopi Gerobak, Alternatif Bisnis Baru di Bekasi
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Tren minum kopi jadi gaya sebagian kalangan di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut banyak memunculkan beragam konsep kedai kopi di berbagai sudut jalan di wilayah setempat.
Tapi kondisi menjaga jarak sosial di masa pandemi saat ini, menjadikan tren itu berubah tidak sedikit orang memilih meminum kopi di rumah. Tentunya hal itu jadi tantangan baru bagi pebisnis kopi.
“Hantaman pandemi sekarang telah menjadi tantangan pada tren bisnis kedai kopi, hampir sebagian besar pemilik kedai kopi mengalami penurunan profit setelah adanya penerapan pemberlakuan pembatasan sosial,” ungkap Gunawan, Ketua Kadin Kota Bekasi, Selasa (15/6/2021).
Dikatakan berbagai kreativitas terus dikembangkan. Salah satunya Kadin memberi peluang bisnis kopi dengan tema baru bentuk usaha minuman kopi yang cukup unik melalui konsep kopi gerobak. Pilihan bisnis kopi dengan bergerak menjemput pelanggan layaknya tukang kopi keliling.
Gunawan, menjelaskan Kadin membuka peluang bisnis melalui kegiatan workshop singkat coffe class bisnis kopi skala UMKM kedai gerobak. Namun jelasnya pelatihan untuk menjadi barista tersebut berbayar, bagi pelaku bisnis kisaran Rp350 ribu sudah mendapat makan siang, modul dan lainnya.
“Ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM yang mau ambil peluang memulai usaha ini dan juga jadi wadah komunitas pelaku usaha UMKM gerobak kopi dalam modifikasi dan melihat trend bisnis,” ucap Gunawan seraya mengatakan bisnis kopi memiliki komunitas tersendiri.
Aji Ali Sabana Wakil Ketua KADIN bidang Koperasi dan UMKM, menambahkan Kadin Kota Bekasi mengambil peluang tersebut melalui workshop. Hal itu untuk menjaga spirit bisnis pelaku UMKM di Kota Bekasi. Bisnis kopi gerobak, memiliki komunitas tersendiri, sehingga bisa muncul peluang lain yang bisa jadi pilihan berkembang.
Menurut pelaku bisnis muda di Kota Bekasi tersebut, bahwa setiap bisnis pasang surut. Dengan adanya komunitas, ada tempat bertukar pikiran tentu lingkungannya yang lebih positif. Kadin kota Bekasi, akan terus mengembangkan kegiatan tersebut secara rutin memberi workshop dan pelatihan.
“Dalam waktu dekat akan dibuka kelas baru, coffe class. Bagi peminat, bisa segera mendaftar. Persaingan bisnis kedai kopi masih menarik. para pelaku usaha meng-create sajian minuman kopi berkualitas,” jelasnya.
Melalui workshop lanjutnya, peminat bisnis kopi akan diberikan harga terjangkau hingga diberikan contoh untuk konsep gerobak terbaik dalam rangka memperebutkan hati pelanggan. Workshop Coffe class menghadirkan trainer praktisi kopi Frans Setiawan.
“Workshop itu berisi ilmu melayani konsumen, membuat kopi dan cara menggaet pasar. Dalam waktu dekat ini akan kembali dilaksanakan,”papar Aji Ali Sabana yang juga Wakil Bidang UMKM Pejuang Siliwangi.
Lebih lanjut Aji, mengatakan bisnis kopi gerobak, modal awal berkisar di Rp10 jutaan. Dan bisa mangkal di berbagai tempat atau konsep berkeliling, tapi tentu kopinya berbeda.