Pengamat: Sektor Pertanian Alat Pertahanan Pangan di Tengah Krisis
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Di tengah badai pandemi Covid-19, sektor pertanian tumbuh positif dibandingkan sektor lainnya. Ini membuktikan sektor pertanian sebagai alat pertahanan pangan peningkatan ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Tauhid mengatakan, sektor pertanian masih akan tumbuh positif di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Terbukti data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan I 2021, sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 2,95 persen. Ini mencerminkan bahwa sektor pertanian menjadi andalan untuk perbaikan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia
“Triwulan I 2021, pertanian tumbuh 2,95 persen. Ini bukti bahwa sektor pertanian penopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ahmad, kepada Cendana News saat dihubungi, Senin (10/5/2021).
Dari pertumbuhan sektor tersebut, yakni jelas dia, tercatat subsektor tanaman pangan menyumbang 10,32 persen atau naik 2 digit dari perkembangan angka sebelumnya. Demikian pula dengan subsektor hortikultura yang tumbuh sebesar 3,02 persen dan peternakan 2,48 persen.
BPS juga mencatat sekitar 30 persen tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor pertanian.
“Migrasi besar-besaran warga kota yang kini menetap dan menjadi petani di desa, sangat mendukung pertumbuhan sektor pertanian,” tukasnya.
Dikatakan, migrasi itu memang hanya akan bersifat sementara, karena jika perekonomian kembali pulih, mereka yang migrasi ke desa, akan kembali ke kota untuk bekerja pada sektor informal maupun sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Senada dengan Ahmad, akademisi Institute Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Firdaus mengatakan, sektor pertanian adalah penolong bagi perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19.
“Pertanian ini ibarat nyawa terhadap hidup dan matinya roda sebuah bangsa. Saat sektor lain mengalami penurunan di tengah melandanya virus corana, sektor pertanian mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Firdaus, kepada Cendana News saat dihubungi, Senin (10/5/2021).
Dia menilai data BPS yang mencatat pertumbuhan pertanian 2,95 persen pada triwulan I 2021, merupakan pemicu bagi petani untuk meningkatkan produksi kebutuhan pangan.
Dia juga menilai pertumbuhan sektor pertanian masih akan tetap berlanjut pada triwulan II 2021. Jika dipacu sektor perkebunan seperti kopi dan sawit.
Dengan tumbuh signifikan, dia menyakini sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan buruh tani Indonesia.
“30 persen pekerja di Indonesia di sektor pertanian. Sektor pertanian ini selalu menjadi alat pertahanan pangan di tengah banyak krisis,” pungkasnya.