Belut Gepuk Sambal Kencur Ijo Menu Tradisional Penghangat Badan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Belut atau Monopterus albus zuieuw merupakan salah satu kuliner tradisional yang cukup banyak peminatnya. Berbagai olahan sering menjadi kuliner khas berbagai daerah, dan salah satunya belut gepuk sambal kencur ijo.
Maria Mistiana, salah satu warga Bumiwaras, Bandarlampung menyebutkan, sebelum diolah, belut terlebih dahulu didiamkan dalam air bersih. Belut yang dibeli dari pedagang terlebih dahulu dibersihkan dengan cara membersihkan bagian perut dari kotoran. Cuci bersih dengan air mengalir dan potong ukuran kecil.
Belut yang telah dibersihkan direndam memakai air jeruk nipis untuk mengilangkan aroma amis dan garam menghilangkan lendir. Proses penggorengan akan dilakukan usai potongan belut ditiriskan dari perasan jeruk nipis dan garam. Agar lebih renyah atau crispy, menggunakan adonan tepung terigu.
“Belut yang telah dipotong kecil selanjutnya digoreng memakai minyak panas dengan api sedang agar adonan tepung terigu tidak menempel pada wajan, jika belut sudah berwarna kecoklatan bisa diangkat untuk ditiriskan,” terang Maria Mistiana saat ditemui Cendana News, Sabtu (10/4/2021).
Setelah digoreng proses selanjutnya menyiapkan sambal kencur cabai hijau atau sambal kencur ijo. Sambal yang dibuat berasal dari bawang putih, garam, ketumbar, kencur, daun jeruk, cabai rawit hijau. Semua bahan tersebut dihaluskan dengan cara diulek menggunakan cobek batu atau memakai blender. Setelah semua bahan sambal diperoleh sisihkan sambal untuk ditumis bersama dengan belut goreng.
“Sebelum dicampurkan terlebih dahulu belut digepuk atau dimemarkan memakai ulekan agar pipih bertujuan agar sambal meresap,” cetusnya.
Sambal dengan tambahan kencur, kunyit sebutnya memiliki aroma yang khas. Setelah belut yang digepuk siap campurkan semua bumbu dalam sambal kencur ijo. Proses selanjutnya tumis semua bahan dalam wajan memakai mentega. Proses penumisan dilakukan agar semua bahan tercampur sempurna. Langkah kedua dengan menyiapkan sambal tanpa ditumis dan belut digepuk tanpa bumbu.

Kedua cara penyajian dengan proses penumisan atau cukup digepuk lalu diberi sambal kencur ijo menyesuaikan selera. Olahan kuliner belut gepuk sambal kencur ijo menurut Maria Mistiana cocok disajikan bersama nasi hangat. Memakai bahan rempah menghangatkan hidangan itu cocok untuk musim penghujan.
“Saat disantap rasa pedas kencur dan sambal rawit hijau bersama bumbu lain menghangatkan badan,”ulasnya.
Suminah, warga Desa Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Pringsewu menyebut belut jadi bahan kuliner khas pedesaan. Berjualan di tepi Jalan Lintas Barat Pringsewu ia mengaku belut banyak dicari untuk berbagai varian kuliner. Selain digoreng kering sebagai bahan peyek, belut diolah menjadi rica rica.
Belut yang dijual sebut Suminah berasal dari tangkapan petani dengan sistem bubu. Setelah dikumpulkan berdasarkan ukuran ia menjual dengan plastik berisi air. Berisi sebanyak 5 hingga 10 ekor belut dijual mulai harga Rp20.000 hingga Rp50.000. Banyaknya hasil tangkapan membuat olahan kuliner dengan berbagai varian bisa dibuat.