Tanaman Cabai di Banyumas Banyak Terserang Hama Pathek

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Dalam beberapa pekan terakhir harga cabai kembali melambung. Hal tersebut disebabkan banyak yang gagal panen karena terkena serangan hama pathek atau jamur cendawan.

Petani di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Gianto, Senin (8/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satu petani cabai di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Gianto mengatakan, hama pathek menyerang tanaman cabai dengan sangat cepat. Dalam hitungan hari, akan muncul bercak hitam kecoklatan dan dengan cepat menyebar, membuat tanaman busuk dan mati.

“Hama ini menyerang pada semua fase tanaman cabai, baik yang masih muda maupun yang sudah siap panen. Penyebarannya juga sangat cepat, sehingga harus cepat pula diatasi,” jelasnya, Senin (8/3/2021).

Untuk membasmi hama ini, petani di Kecamatan Sumbang menyemprot tanaman cabai dengan fungisida secara berkala. Mengingat harga fungisida cukup mahal, petani biasanya menyiasati dengan membuat sendiri. Campuran kapur, belerang dan sabun yang direbus dengan air.

“Bisa juga dengan fungisida organik yang dibuat dari fermentasi kunyit, jahe, laos dan molase,” kata Gianto.

Petani cabai lainnya, Taufik mengatakan, sejak awal menanam, ia sudah membuat tanaman berjarak. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran. Pada musim tanam cabai kali ini, curah hujan masih tinggi yang membuat hama pathek ini lebih cepat menyebar.

“Pada cuaca ektrem seperti sekarang ini, merawat tanaman cabai memang membutuhkan perhatian dan biaya ektra, karena banyak serangan hama dan penyebarannya dipercepat oleh air hujan,” tuturnya.

Menurut Taufik, mahalnya harga cabai saat ini tidak hanya disebabkan banyak yang gagal panen karena serangan hama. Tetapi juga karena petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan tanaman.

“Tambahan biaya produksi ini, sudah dimulai sejak persemaian bibit cabai, karena kita harus persiapkan persemaian dengan lebih baik, diperbanyak campuran bahan organik untuk media tanam, baik berupa kompos ataupun pupuk kandang, supaya bibit cabai lebih kuat dan lebih tahan terhadap hama,” jelasnya.

Saat ini harga di tingkat petani pada kisaran Rp35.000 per kilogram untuk cabai keriting. Namun di pasaran sudah mencapai Rp70.000 per kilogram. Untuk cabai merah besar harga di tingkat petani Rp25.000 per kilogram dan di pasaran harganya sudah mencapai Rp Rp32.000 per kilogram.

Lihat juga...