Satgas Covid-19 Sikka Siapkan Vaksinasi Tahap Kedua
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempersiapkan vaksinasi tahap kedua setibanya 200 vial vaksin Sinovac.
“Sebanyak 200 vial vaksin Sinovac telah tiba kemarin dan disimpan di gudang farmasi Dinas Kesehatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sikka, dr. Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (5/3/2021).

Clara mengatakan, jumlah vaksin Sinovac secara keseluruhan sebanyak 2.000 dosis sehingga pihaknya akan memprioritaskan penggunaannya bagi tenaga kesehatan yang belum divaksin.
Dia menyebutkan, masih terdapat 480 tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 sehingga setelah itu baru dilakukan vaksinasi terhadap aparat pemerintah dan masyarakat.
“Kita telah menyebarkan formulir pendaftaran kepada instansi dan lembaga untuk mengisinya. Nantinya akan kita prioritaskan bagi aparat yang bertugas melayani publik seperti polisi, TNI, pegawai pemerintah dan swasta termasuk awak media,” ucapnya.
Clara menambahkan, tenaga kesehatan dan semua yang akan mendapatkan suntikan vaksin Sinovac akan didahuli dengan proses screening untuk memastikan kesehatan peserta vaksinasi.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Maumere, Magdalena Lodan meminta agar selain tenaga kesehatan, para guru juga perlu mendapatkan vaksinasi Covid-19 mengingat saat ini sudah pembelajaran tatap muka di kelas.
Lena sapaannya berharap agar proses vaksinasi bisa cepat dilakukan serta meminta agar Dinas Pendidikan,Kepemudaan dan Olahraga serta Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Kami orang tua murid berharap agar ada pemantauan dari Dinas PKO dan Satgas Covid-19 mengingat anak-anak kami yang belajar di sekolah dasar sudah mulai belajar tatap muka di kelas,” ucapnya.
Clara mengaku proses vaksinasi bagi tenaga kesehatan direncanakan akan berlangsung Senin (8/3/2021) agar bisa dilanjutkan terhadap warga lainnya.
Lena mengaku khawatir dengan pembelajaran tatap muka di kelas namun sebagai orangtua, pihaknya pun dilema dalam menghadapi situasi pandemi corona yang sedang melanda.
Menurutnya, pembelajaran secara daring membuat orangtua juga kewalahan mengontrol anak mereka untuk belajar di sela-sela menjalankan pekerjaan di rumah.
“Saya melihat dengan pembelajaran secara daring membuat anak semakin malas belajar dan kualitas pendidikan pun menurun,” ucapnya.