Rendahnya Budaya Baca Berdampak pada Indeks Literasi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Sejatinya, peran perpustakaan abad 21 harus mampu menstransfer pengetahuan kepada masyarakat luas. Rendahnya budaya baca masyarakat berdampak pada indeks literasi yang kini masih di angka 53,84 persen.
Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando menyebutkan, rendahnya budaya baca masyarakat berdampak pada rendahnya indeks literasi dan harus dibenahi.
“Faktanya, rendahnya budaya baca masyarakat ini berdampak pada indeks literasi menjadi rendah. Ini kondisi hilir yang masih jadi kendala yang harus diperbaiki semua pihak,” ungkap Syarif kepada Cendana News saat dihubungi, Kamis (11/3/2021).
Berdasarkan data perpustakaan nasional, capaian budaya indeks literasi masih berada di angka 53,84 persen, dan menandakan masuk kategori sedang.
Angka tersebut menurutnya, diperoleh sari survei kegemaran membaca yang dilaksanakan perpustakaan nasional di 102 kabupaten dan kota di 35 provinsi di Indonesia.
Ia berharap perlu adanya inovasi khusus agar budaya membaca di Indonesia semakin meningkat. Apalagi di Indonesia cukup banyak penulis-penulis handal yang tidak kalah dengan penulis luar negeri.
“Maka itu, kami mendorong peran pemerintah, akademisi dan perguruan tinggi untuk menghasilkan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini sebagai upaya meningkatkan budaya literasi baca,” tutupnya.
Disampaikan juga, pihaknya berkomitmen meningkatkan indeks literasi budaya membaca masyarakat dengan bersinergi perpustakaan-perpustakaan di daerah, sekolah, dan perguruan tinggi.
“Kami mengajak semua perpustakaan di Indonesia agar dapat memposisikan sebagai pusat ilmu pengetahuan atau bertransformasi pengetahuan pada masyarakat luas. Karena sejatinya, esensi perpustakaan abad 21 yakni mengajak semua komponen bangsa untuk transfer pengetahuan,” .
Untuk membangkitkan literasi membaca, dia menyebut, pihaknya akan melakukan sinergitas untuk pembinaan teknik pengembangan semua perpustakaan di Indonesia.
Langkah ini dilakukan karena menurutnya, literasi merupakan kedalaman pengetahuan seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan. Dalam pengembangannya, perpustakaan nasional telah mengidentifikasi kondisi literasi di Indonesia dari hulu hingga hilir.