Getah Damar Jadi Alternatif Sumber Ekonomi Warga Sekitar Hutan Sosial

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Potensi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada kawasan hutan sosial memberi nilai tambah bagi masyarakat. Tren masyarakat mengambil kayu sebagai hasil hutan mulai berubah sejak ditetapkannya kawasan Gunung Rajabasa sebagai hutan lindung. Konsekuensi hukum dapat meminimalisir perusakan.

Rido Imanuloh, pengurus Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan menyebut diversifikasi hasil hutan selain kayu penting dilakukan. Langkah itu bertujuan melindungi kelestarian.

Pohon damar (Agathis dammara) sebutnya sudah tumbuh secara alami di kawasan Gunung Rajabasa. Manfaat diperoleh dari hasil kopal, gubal atau resin. Jenis damar atau kayu agatis kerap digunakan untuk bahan bangunan. Namun di kawasan hutan lindung dilarang untuk ditebang.

“Vegetasi tanaman damar oleh masyarakat dikembangkan dengan sistem tumpang sari pada lahan kebun, sementara pada kawasan hutan lindung dan kawasan hutan sosial, damar dipertahankan hanya untuk menjaga lereng, boleh diambil hasil getahnya tanpa menebang pohon,” terang Rido Imanuloh saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (10/3/2021).

Rido Imanuloh bilang kesadaran masyarakat sekitar hutan sebutnya telah meningkat. Sosialisasi masif membuat warga tidak akan menebang pohon damar. Beberapa warga bahkan melakukan perbanyakan secara generatif memakai biji. Pohon yang memiliki akar tunjang, berbatang lurus mendorong upaya konservasi.

Petani di sekitar hutan sebutnya mengembangkan damar dengan tanaman pangan. Sistem tumpang sari dilakukan dengan kopi, durian, cengkeh, pisang, nangka, kemiri. Proses pemanenan bisa dilakukan saat usia mencapai 5 tahun.

“Ciri fisik tanaman damar yang telah tua bisa dilihat dari banyaknya lubang pada kulit batang, tanda sudah dimanfaatkan puluhan tahun,” cetusnya.

Satu batang sebutnya menghasilkan getah bervariasi. Satu lubang baru bisa menghasilkan 5 gram hingga 10 gram. Per kilogram getah damar berwarna bening dijual seharga Rp10.000. Pada penggunaan tradisional damar dipakai untuk menambal kayu. Getah dijual sebagai bahan baku cat, korek api, vernis dan pelitur.

Mutohirin, ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Desa Pematang, Kecamatan Kalianda bilang damar juga diperbanyak. Penggunaan benih dari biji menjadi bagian dari program pelestarian tanaman yang mulai langka tersebut. Kebutuhan bibit damar yang disemai tersebut cukup meningkat.

Keberadaan pohon damar sebut Mutohirin sekaligus jadi potensi ekowisata. Sebab proses pemanenan menjadi atraksi menarik mulai dari pembuatan lubang sadap. Proses pembuatan lubang dengan kapak patil, pengumpulan getah memakai wadah bisa jadi tujuan wisata. Terlebih tanaman damar ada di dekat kawasan wisata tirta Cecakhah Way Pekhos.

“Keberadaan tanaman damar sebagai tanaman konservasi sekaligus atraksi wisata bagi yang akan mengunjungi air terjun Cecakhah Way Pekhos,” bebernya.

Idi Bantara S.Hut.,M.Sc., Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung saat proses pemanenan damar, Rabu (7/10/2020) (Dok)

Di Lampung yang cukup dikenal berupa damar mata kucing dan damar batu. Idi Bantara, S.Hut,M.Sc., menyebut peremajaan terus dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih Way Sekampung, damar diperbanyak.

Perbanyakan mendorong upaya konservasi berbasis ekonomi kerakyatan. Sebagian besar damar pada kawasan hutan lindung di antaranya Gunung Tanggamus, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan tanaman era Belanda.

“Kesadaran warga sekitar hutan tidak menebang pohon damar didukung dengan penyediaan bibit agar ditanam di kawasan hutan,” cetusnya.

Tanaman damar yang tidak tahan panas sebutnya cocok ditanam di daerah aliran sungai. Keberadaan yang terjaga ikut memberikan sumber ekonomi mingguan bagi petani. Pada kawasan perkebunan, damar bisa ditanam sebagai tanaman peneduh. Dalam jangka panjang berpotensi menjaga resapan air namun tetap bisa dipanen bagian getah.

Lihat juga...