Door to Door, Cara Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Mengatasi Kredit Macet

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, menerapkan sistem pendekatan door to door, dalam melakukan proses penagihan angsuran bulanan bagi anggota koperasi. Terutama untuk mereka yang mengalami kesulitan ekonomi selama pandemi COVID-19. 

Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk inovasi dalam memberikan kemudahan, sekaligus layanan bagi seluruh anggota. Khususnya untuk mengatasi persoalan kredit macet, yang dialami hampir mayoritas anggota nasabah koperasi. Hal ituterjadi karena dampak pandemi setahun terakhir.

Analis kredit Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Dinda Supambodo menyebut, ada sekira 65 sampai 75 persen anggota, dari total 1.258 anggota koperasi yang mengalami kesulitan bayar. Hal itu sudah terjadi untuk angsuran bulanan selama enam bulan terakhir.

Hal tersebut disebabkan, mayoritas anggota yang merupakan pedagang kecil, tidak bisa bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan tetap.  “Untuk mendorong anggota memenuhi kewajibannya dalam membayar angsuran bulanan, kita lakukan pendekatan dengan cara mendatangi ke rumah masing-masing. Kita juga tidak serta-merta memaksa anggota melunasi angsuran, karena memang saat ini mereka sedang mengalami kesulitan ekonomi. Jadi prinsip kekeluargaan tetap kita kedepankan,” kata Dinda Supambodo kepada Cendananews.

Untuk meringankan beban anggota, pengurus koperasi juga memberikan kesempatan bagi nasabah untuk membayar cicilan bulanan sesuai kemampuan masing-masing. Dengan cara dikumpulkan atau ditabung selama satu bulan, hingga memenuhi besaran nominal angsuran.  “Berapapun uang yang dibayarkan anggota akan kita terima. Nanti akan masuk ke tabungan untuk diakumulasi. Sehingga setiap anggota yang mengalami kesulitan ekonomi tidak merasa terbebani,” jelasnya.

Melalui cara tersebut, diharapkan persoalan kredit macet yang dialami koperasi SHS Mandiri Krambilsawit bisa segera teratasi. Dengan begitu, dana modal usaha koperasi yang beradal dari Yayasan Damandiri dapat terus diputarkan demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan seluruh warga Desa Krambilsawit.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Krambilsawit sebagai desa binaan melaui program Desa Cerdas Mandiri Lestari sejak 2018 lalu. Untuk meningkatkan perekonomian warga desa, Yayasan Damandiri menggelontorkan dana modal usaha mencapai Rp2,97 miliar kepada Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit.

Dana tersebut disalurkan Koperasi pada seluruh anggota, sebagai modal untuk memulai dan mengembangkan usaha warga. Sehingga diharapkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh warga desa semakin meningkat.

Hingga periode 2020 kemarin, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit tercatat telah mampu memutar dan menyalurkan dana pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga mencapai Rp4,741 miliar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari modal awal yang digelontorkan sebanyak Rp2,97 milyar.

Jumlah warga desa anggota koperasi penerima manfaat sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha tersebut juga tercatat meningkat hingga 400 persen, bila dilihat dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan. Kala itu hanya memiliki 315 orang anggota di 2018, dan menjadi 1.258 orang di 2020.

Lihat juga...