Begini Tips Kantor Kesehatan Pelabuhan Bakauheni bagi Pelaku Perjalanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa pandemi Covid-19 dengan kebutuhan mendesak untuk bepergian kerap memaksa memakai transportasi umum. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni membagikan tips saat bepergian.

Suwoyo, Kepala Koordinator KKP Kelas II Panjang Wilker Bakauheni bilang transportasi umum cukup beragam.

Suwoyo, Kepala Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui, Jumat (12/3/2021) – Foto: Henk Widi

Saat libur Isra Mikraj, Kamis (11/3/2021) dan Nyepi, Minggu (14/3/2021) sejumlah pelaku perjalanan meningkat.

Pelaku perjalanan dengan bus, travel, kendaraan pribadi via pelabuhan Bakauheni memakai moda transportasi kapal laut. Potensi kerentanan penularan infeksi virus Covid-19 sebutnya bisa dicegah dengan sejumlah langkah. Tidak adanya pembatasan penyeberangan berimbas pada tingginya mobilitas.

Suwoyo bilang secara umum saat adaptasi kebiasaan baru, masyarakat telah menyadari pentingnya kesehatan. Namun KKP telah memasang tips pada sejumlah titik di pelabuhan penyeberangan Bakauheni.

Sejumlah tips di antaranya wajib memakai masker yang dipakai dan cadangan, membawa hand sanitizer. Hindari menyentuh pintu dan gunakan sarung tangan, jaga jarak, cuci tangan.

“Protokol kesehatan yang sering digaungkan tentunya telah dimengerti masyarakat, namun saat dalam perjalanan transportasi umum penting untuk jangan berbagi makanan. Minuman lebih baik membawa dari rumah memakai tumbler,” terang Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (12/3/2021).

Suwoyo juga bilang menjaga stamina dalam perjalanan cukup penting. Faktor kesehatan saat akan bepergian dipersiapkan dengan asupan makanan bergizi.

Utamakan sarapan saat akan bepergian menjadi cara mempertahankan daya tahan tubuh. Menyediakan kebutuhan air mineral bisa dilakukan dengan meminum minimal 8 gelas air mineral per hari.

Pelaku perjalanan yang mengalami kendala saat akan menyeberang via kapal, Suwoyo bilang bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Saat masa libur panjang Isra Mikraj dan Nyepi ia menyebut petugas disiagakan selama 24 jam. Petugas dokter, sanitarian, perawat lengkap dengan fasilitas obat-obatan, ruang perawatan, ambulance dan perlengkapan lain disiagakan.

“Normalnya setiap hari kami siaga dengan petugas untuk melayani kesehatan kru kapal, penumpang, hanya saja saat libur panjang ditambah personel,” cetusnya.

Koordinasi dengan pihak ASDP sebagai operator pelabuhan, Suwoyo bilang telah menyediakan ruang isolasi.

Ruang khusus tersebut disiapkan untuk tindakan perawatan jika ditemukan indikasi penumpang bergejala Covid-19. Pada sejumlah kapal penyeberangan koordinasi dilakukan dengan nahkoda dan kru kapal untuk menyediakan ruang isolasi bagi penumpang yang ditemukan memiliki suhu di atas 38 derajat celcius.

Burhanudin, salah satu pelaku perjalanan bilang bepergian dengan kendaraan umum sangat dihindari. Namun ia menyebut telah menerima vaksin sebagai salah satu tenaga kesehatan (nakes).

Burhanudin, salah satu pelaku perjalanan asal Lampung Timur menuju ke kapal dermaga dua pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (12/3/2021) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut terpaksa harus menyeberang ke pulau Jawa memakai kapal dengan tujuan Banten. Perjalanan tersebut dilakukan olehnya untuk menjenguk salah satu keluarga yang sakit.

“Saya menyediakan safety health kit mulai masker N95 cadangan, sarung tangan, hand sanitizer dan perbekalan selama perjalanan,” terangnya.

Penyediaan fasilitas kesehatan dalam menekan penyebaran Covid-19 dilakukan PT ASDP Bakauheni. Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni bilang disediakan tempat cuci tangan.

Lokasi cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer ada di dermaga reguler dan eksekutif. Ia juga memastikan setiap penumpang akan dipindai dengan alat thermo gun.

Pemindaian tanpa berdekatan dengan petugas juga dilakukan pada dermaga eksekutif. Alat pemindai dengan sensor terhubung dengan mata penumpang akan memindai suhu tubuh secara otomatis.

Sistem transaksi dengan uang digital dalam pembelian tiket juga menghindari kontak fisik. Pelaku perjalanan sebutnya tetap diwajibkan memakai masker saat perjalanan.

“Pelaku perjalanan saat di atas kapal juga telah disediakan kursi yang jaraknya telah diatur sehingga bisa menerapkan social distancing saat akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa,” bebernya.

Captai Solikin juga bilang dengan mulai diterapkannya vaksin Covid-19, sekitar 600 karyawan ASDP Bakauheni telah menerima vaksin.

Langkah itu dilakukan agar pekerja di pelabuhan yang sering bertemu dengan pelaku perjalanan memiliki kekebalan.

Menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan sehat, menjaga stamina dilakukan pekerja untuk menghindari terpapar Covid-19.

Lihat juga...