Pokdarwis Miliki Peran Strategis
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata. Selain dapat meningkatkan perekonomian warga, pokdarwis juga berpotensi menjadi badan usaha milik desa (BUMDes).
Saifuddin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi, Dinas Pariwisata Lampung Selatan, menyebut ada sekitar 40 lebih pokdarwis di kabupaten itu. Namun, keaktifan setiap pokdarwis menyesuaikan kondisi objek pariwisata.
“Pokdarwis yang ada di Lamsel masuk dalam kategori destinasi wisata bahari, tirta. Pokdarwis mendapat pembinaan dari Dinas Pariwisata, untuk peningkatan sumber daya manusia, sapta pesona dan pengelolaan destinasi,” kata Saifuddin Djamilus, Minggu (28/2/2021).
Saifuddin Djamilus menjelaskan, kelembagaan pokdarwis disinergikan dengan pemerintah desa. Sebagian pokdarwis di desa yang memiliki objek pariwisata, bahkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Melalui pengelolaan yang maksimal, pengembangan kepariwisataan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, sektor pariwisata menjadi daya dukung pemberdayaan masyarakat.
“Sebagian besar kelembagaan pokdarwis yang telah berbadan hukum, struktur organisasi yang telah legal berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Lamsel yang akan mendukung upaya pemerintah daerah dalam upaya pengembangan sektor pariwisata,” terangnya.
Ia mengatakan, pokdarwis ikut mendukung sektor pariwisata dengan penyiapan atraksi, amenitas dan aksebilitas. Daya dukung sektor pariwisata tersebut mendapat peran dari desa melalui pembuatan akses jalan, penginapan, promosi. Penyediaan sumber daya manusia berkualitas dilakukan melalui pelatihan pengelolaan destinasi, promosi, keamanan objek wisata.
Kehadiran Pokdarwis berangkat dari keinginan masyarakat sekitar destinasi, meningkatkan penghasilan. Meski demikian, sebagian destinasi pariwisata dikelola secara swadaya tanpa adanya pokdarwis. Pengelolaan secara mandiri dilakukan pada objek wisata buatan, sebagian dikelola kelompok pemuda. Meski demikian, ia tetap menjalin koordinasi dengan pengelola objek pariwisata.
“Sistem pelaporan destinasi wisata juga erat kaitannya dengan jumlah kunjungan, okupansi hunian penginapan untuk memantau wisatawan di Lamsel,” sebutnya.
Rahmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, mengatakan lembaga tersebut membuat pengelolaan lebih terstruktur. Pengelolaan dari pintu masuk, penginapan, penyewaan penginapan menjadi sumber pemasukan. Pengelolaan oleh pokdarwis sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat yang memiliki usaha. Sektor usaha tersebut berupa jasa ojek, usaha kuliner, pemandu wisata dan penginapan.
“Kelembagaan Pokdarwis memiliki peran strategis, sebab ikut mendongkrak pendapatan asli desa. Sebagian hasil pemasukan dari sektor pariwisata menjadi income bagi desa. Sinergi antara pengelola Pokdarwis salah satunya Ragom Helau, pengelola pantai dan pulau Mengkudu ikut meningkatkan potensi desa. Sebab, selain sektor pertanian, perikanan sektor pariwisata bisa jadi income masyarakat,” bebernya.
Mutohirin, ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Desa Pematang, Kalianda, mengaku belum membentuk pokdarwis. Namun, keberadaan kelompok perhutanan sosial bisa menjadi cikal bakal pengelolaan hutan wisata. Lembaga itu mengembangkan, mengelola air terjun Cecakhah Way Pekhos. Wisata tirta tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapat income.
Wisatawan yang berkunjung bisa menikmati suasana air terjun. Pemandangan yang menarik tersebut menjadi jasa pariwisata yang bisa dijual. Menerapkan tiket masuk, parkir menjadi sumber modal untuk pengembangan objek wisata. Selanjutnya, penambahan fasilitas toilet, ruang ganti dan akses jalan akan ditingkatkan. Pengembangan destinasi wisata tersebut menjadi sumber peningkatan ekonomi warga.
“Saat musim panen durian, akan menjadi sumber penghasilan bagi petani yang memiliki kebun,” terangnya.
Pengelolaan objek wisata oleh pokdarwis mendukung ekonomi pedesaan, juga diakui Wayan Suwarno. Sekretaris Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang itu menyebut, desa mengelola hutan mangrove. Sebagai objek ekowisata, mangrove bisa dikelola menjadi destinasi yang menarik. Pembuatan treking mangrove sekaligus menjadi sumber wisata edukasi.