Dua RW di Pekayon Swadaya, Siapkan Tempat Isolasi Mandiri
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Warga dua RW di Kelurahan Pekayon Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengubah lantai tiga salah satu yayasan di lokasi kompleks perumahan, menjadi ruang isolasi mandiri.
Yayasan tersebut berada di tengah kompleks Perumahan Pekayon dan selama ini dijadikan tempat pondok tahfidz Quran. Fasilitas di ruangan isolasi ini berkapasitas 13 tempat tidur (bed), lima untuk isolasi pria dan enam untuk wanita. Sedangkan dua bed disiapkan untuk warga yang akan dirujuk ke rumah sakit.
Panli Surya salah satu tim penggerak dari rumah isolasi mandiri di kompleks Pekayon, kepada Cendana News, mengaku bahwa ruang isolasi mandiri yang disediakan dimiliki oleh dua RW yakni RW 5 dan 6 Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Inisiatif murni kebersamaan dan swadaya masyarakat.
“Inisiatif ini murni swadaya masyarakat bentuk kepedulian kepada warga yang terpapar Covid-19. Karena selama ini banyak warga menolak diisolasi ditempat yang disediakan oleh pemerintah,” ujar Panli, Jumat (26/2/2021).

Dikatakan dalam penyusunan tempat agar sesuai standar isolasi mandiri dan lainnya mereka dibimbing langsung oleh Puskesmas Pekayon Jaya. Bahkan pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi diakuinya telah hadir ke tempat itu untuk meninjau langsung.
Menurutnya memang masih ada beberapa masukan dari Dinas Kesehatan seperti skat antara tempat tidur serta menyediakan mesin cuci dan sarana pendukung lainnya sebagai fasilitas. Tapi imbuh untuk lainnya sudah memadai seperti ventilasi karena posisinya berada di lantai 3.
“Ruang isolasi di Pondok Tanfidz Quran berdiri di atas lahan fasos fasum yang diperuntukkan tempat ibadah. Tapi sekarang sedang diliburkan, dan yayasan mengizinkan lantai tiga digunakan tempat isolasi mandiri,” tukasnya mengaku bahwa tempat isolasi mandiri itu dari warga untuk warga.
Dikisahkan, awal mula inisiatif adanya isolasi mandiri di kompleks Perumahan Pekayon karena ada warga yang terpapar Covid-19 kemudian di bawa ke tempat isolasi mandiri yang disediakan pemerintah tapi sudah penuh. Akhirnya warga menginisiasi pembuatan tempat isolasi mandiri.
“Tapi ini tidak serta merta karena kami juga harus mengedukasi warga di sekitar lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri. Mereka awalnya khawatir, tapi setelah diberi penjelasan akhirnya mendukung,” jelas Panli mengaku paparan Covid-19 di lingkunganya tidak terlalu tinggi.
Sebenarnya angka penularan tidak tinggi ada satu dua kasus tidak memadai buat isolasi mandiri saat dirujuk kondisi penuh itu alasan sangat luar biasa tidak pernah berharap dan dapat bantuan murni swadaya semua berdatangan tidak terjadi dengan mudah ada beberapa perjuangan mengendarai kartasasmita masjid 13 bed tiga ruang 5 dan 6 untuk perempuan dua beda untuk menunggu rujukan jika ada.
Saat ini, lingkungan telah membentuk satgas dan relawan sebanyak 30 orang. Petugas akan mengurus semua keperluan ditempat isolasi mandiri, melakukan pemantauan tiga kali dan mendeteksi warga di sekitar lokasi.
drg. Mutia selaku Kasi Promo Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui setelah melihat langsung tempat yang dijadikan lokasi isolasi mandiri warga di dua RW kompleks Pekayon telah memenuhi syarat, hanya tinggal finishing pemolesan.
“Masih ada yang harus ditambah untuk fasilitas. Tapi secara tempat, sudah sangat memadai kekurangan hanya perlu penambahan dua tempat sampah, limbah medis dan sampah biasa. Kalau ini sudah siap pakai, ” ucapnya.
Dikatakan, kategori layak atau tidaknya untuk ruang isolasi terpenting adalah ruang tersebut memiliki ventilasi dan pencahayaan, tempat tidur yang nyaman untuk meningkatkan imunitas tubuh juga. Karena imbuhnya, ruang isolasi mandiri tidak perlu mewah dan megah, cukup sesuai standar.
Menurutnya sarana isolasi mandiri yang disediakan tersebut sangat membantu kinerja puskesmas dalam memantau pasien terpapar virus Covid-19. Tidak perlu lagi ke rumah-rumah.
“Kami sangat terbantu dan mempermudah, kerja Puskesmas tentunya dengan adanya fasilitas isolasi mandiri begini. Terutama pemantauan bisa lebih mudah dan efisien, yang tadinya harus ke rumah-rumah warga yang terpapar, dengan adanya rumah isolasi ini bisa memantau satu tempat,” tambah Kepala Puskesmas Pekayon Jaya, dr. Agung Insani Firdaus.