Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Masyarakat, Masih Rendah

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pengetahuan masyarakat terkait perdagangan berjangka komoditi, relatif masih rendah. Akibatnya masih banyak diantara mereka, yang bertransaksi dengan pialang tidak berizin di perusahaan berjangka ilegal.

“Pengetahuan dan edukasi masyarakat terkait komoditi berjangka, perlu dilakukan secara berkesinambungan, dan terus menerus. Termasuk mengajak mereka untuk bertransaksi di perusahaan berjangka yang legal atau resmi,” papar Dirut Jakarta Futures Exchange (JFX) Paulus Lumintang di Semarang, Jumat (29/1/2021).

Diterangkan, pialang tidak berizin tersebut masih banyak ditemukan di wilayah Jateng-DIY, sehingga mengakibatkan informasi negatif terhadap mereka yang sudah berinvestasi di pialang legal.

“Jadi karena banyak  yang ilegal, kemudian ada informasi yang salah, ketika ditawari untuk berinvestasi oleh pialang legal, masyarakat atau investor ini tidak mau karena ada informasi-informasi yang salah,” terangnya.

Pihaknya pun mendorong agar masyarakat atau investor, bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Di satu sisi, terkait komoditi berjangka, Paulus memaparkan produk locogold atau kontrak emas berjangka, masih akan menjadi andalan. Selain itu juga produk crude palm oil/CPO, diperkirakan juga akan memberi keuntungan.

“Tahun 2021 ini, komoditi berjangka masih akan mengalami fluktuatif atau naik turun, namun kondisi tersebut akan digunakan sebagai peluang untuk mencari profit oleh investor. Sebab dalam industri ini, kita tidak mengenal harga naik dulu baru untung, harga turun pun bisa untuk mendapatkan keuntungan,” tambahnya.

Ditandaskan pula, setiap investasi pasti memiliki risiko, namun bagaimana kita dapat meminimalkan resiko tersebut. “Salah satunya dengan melakukan transaksi melalui perusahaan berjangka resmi atau legal,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Cabang Solid Gold Berjangka (SGB) Semarang, Conny Lumandung. Dipaparkan, edukasi terkait perdagangan berjangka komoditi perlu terus dilakukan, termasuk kepada para investor milenial, yang potensi pasarnya sangat prospektif.

“SGB Semarang sudah menjalankan strategi edukasi, dan promosi yang berkelanjutan di tahun ini. Salah satunya, dengan membuka program trading class secara online melalui webinar, untuk calon nasabah atau masyarakat umum yang ingin tahu tentang perdagangan berjangka komoditi,” terangnya.

Termasuk meningkatkan kemampuan seluruh pialang , sehingga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat atau pun investor.

“Bisnis yang kami jalani adalah mengelola kepercayaan,  sehingga dari awal kami bertemu dengan nasabah maka kepercayaan menjadi yang pertama kali dibangun dan dihadirkan,” tandasnya.

Dengan peningkatan kepercayaan investor, pihaknya pun berharap mampu meningkatkan volume transaksi sebesar 50% , dibanding tahun 2020 lalu yang mencapai 51 ribu lot. Selain itu juga diharapkan mampu menambah jumlah nasabah baru, sebanyak 500 nasabah atau meningkat  50 % dibandingkan tahun 2020.

“Produk locogold atau kontrak emas berjangka, masih akan diandalkan untuk mendongkrak kinerja cabang di tahun ini. Terlebih locogold masih mendominasi sebesar 80%,  dari seluruh produk kontrak derivatif yang ditransaksikan,” tandasnya.

Lihat juga...