Budi Daya Jamur Merang , Mudah dan Menguntungkan 

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Budi daya jamur merang dinilai memiliki potensi yang jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan budi daya jamur jenis tiram. Nilai jual jamur merang jauh lebih tinggi jika dibandingkan jamur tiram. Jika nilai jual jamur tiram berkisar Rp15ribu-Rp22ribu per kilogram, maka harga jual jamur merang bisa mencapai Rp25ribu-Rp33ribu per kilogramnya. 

Selain nilai jualnya yang lebih tinggi, proses budi daya jamur merang juga bisa dikatakan lebih mudah. Tak seperti jamur tiram yang membutuhkan suhu lembab, proses budi daya jamur merang justru membutuhkan suhu sedikit panas, yakni berkisar antara 31-35 derajat Celcius.

Pembudidaya jamur di Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Manto. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal tersebut diungkapkan seorang pembudidaya jamur, Manto, warga desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, belum lama ini. Manto menyebut, untuk membudidayakan jamur merang langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat bumbung atau kandang jamur. Bumbung jamur harus dibuat sesuai standar, agar jamur dapat berkembangbiak secara maksimal.

“Standarnya bumbung dibuat dengan tinggi 5,5 meter, lebar 4,8 meter dan panjang 6 meter. Dari ukuran itu, bisa ditaruh 5 tingkat rak sebagai tempat media jamur dengan jarak masing-masing 80 centimeter,” ungkapnya.

Dibuat dari bahan bambu, plastik sebagai dinding, serta atap seng berlapis ijuk, bumbung jamur bisa menampung kapasitas 4,2 ton media yang terdiri dari campuran jerami, dedak serta kapur gamping. Satu bulan pertama setelah proses pasturisasi atau sterilisasi, dengan memanfaatkan 28 bungkus bibit serta 102 perangsang jamur, akan dihasilkan sekitar 2-2,5 kuintal jamur segar.

“Dengan harga jual rata-rata Rp30ribu per kilogram, perhitungannya budi daya jamur merang ini bisa menghasilkan pemasukan Rp6juta per bulan,” katanya.

Dengan kebutuhkan modal awal sebesar Rp25-30juta untuk membangun bumbung serta membeli bibit dan media, diperkirakan usaha budi daya jamur merang akan bisa balik modal dalam waktu 6 bulan – 1 tahun pertama. Hal ini tak lepas karena begitu memasuki usia 1 bulan pertama, proses pemanenan bisa dilakukan rutin setiap seminggu sekali.

“Pada saat awal, panen pertama memang baru bisa dilakukan saat memasuki usia 1 bulan. Namun setelah itu, pemanenan bisa dilakukan setiap seminggu sekali. Karena jamur akan terus tumbuh dan berkembang hingga makanan pada medianya habis,” katanya.

Lihat juga...