Banyumas Galakkan PSN Cegah Demam Berdarah
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, memanfaatkan sosialisasi ‘jaga kormobid siji wong siji gaja’ (Jabid Jiwong Jiga), untuk kembali menggerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sehingga, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turun mengunjungi rumah-rumah warga, sekaligus diminta untuk mengkampanyekan PSN.
“Sekarang sudah masuk musim penghujan, sehingga munculnya genangan-genangan air harus diwaspadai dan PSN harus digiatkan kembali. Kebetulan mulai minggu ini juga, Pak Bupati mengintruksikan para ASN untuk turun ke desa-desa, sosialisasi Jabid Jiwong Jiga untuk menekan angka Covid-19, jadi sekaligus kita manfaatkan untuk kembali mengingatkan PSN,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, kepada Cendana News, Jumat (4/12/2020).
Lebih lanjut Sadiyanto menjelaskan, secara umum sampai akhir November lalu, tidak terjadi peningkatan signifikan untuk kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, banjir mulai terjadi di beberapa kecamatan, sehingga pihaknya merasa perlu untuk mengingatkan warga menjaga kebersihkan lingkungan dari genangan air.
Sebagaimana diketahui, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengintruksikan ASN untuk turun ke desa-desa menggencarkan sosialisasi Jabid Jiwong Jiga. Mengingat, angka penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas selama November ini mengalami peningkatan signifikan, sampai Banyumas masuk dalam zona merah.
Sosialisasi dilakukan dengan melakukan gerakan ketuk pintu dari rumah ke rumah warga yang komorbid, yang ada di desa dan kelurahan, selain memantau secara langsung tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi, sekaligus untuk mengingatkan kembali bahaya Covid-19.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono, mengatakan ASN mempunyai tugas untuk mengedukasi agar masyarakat melindungi orang tua yang berada di disekitarnya, dengan penerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya edukasi protokol kesehatan terjun langsung ke masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pascakunjungan tersebut, selanjutnya akan dipantau secara berkala, untuk melihat perkembangan kondisi para orang tua.
“Selain mengedukasi dan memantau, kita juga memberikan masker, hand zanitizer, minyak kayu putih, susu dan lainnya,” kata Sekda.
Pada minggu pertama Desember ini, ada 50 desa yang dilakukan pemantauan langsung oleh para ASN. Pemantauan ini dilakukan setiap minggu, dan minggu depan juga akan dilakukan kembali pada sejumlah desa dan kelurahan lainnya. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberikan tanggung jawab untuk memantau desa tertentu, dan bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan di desa tersebut.