Terapkan CHSE, Spa Sehat Berikan Relaksasi pada Tubuh dan Pikiran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Padatnya aktivitas sehari-hari, kerap kali membuat otot tubuh menjadi kaku, hingga pikiran stress. Spa, menjadi salah satu cara untuk relaksasi tubuh dan pikiran.

Tidak hanya itu, spa juga memberi manfaat pada segi kesehatan. Selain mampu membersihkan dan mencerahkan kulit, beragam tahapan dalam spa, juga bisa mengurangi nyeri sendi dan otot, hingga melancarkan peredaran darah.

“Tujuan spa sehat, untuk memberikan relaksasi pada tubuh dan pikiran. Sekarang banyak orang stres, karena tekanan hidup atau pekerjaan. Dengan spa, harapannya setiap penyakit tidak harus disembuhkan secara medis atau obat,” papar Ketua Asosiasi Spa Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti, dalam bimtek Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) di salah satu hotel di Semarang, Jumat (27/11/2020).

Dijelaskan, seluruh kegiatan dalam spa untuk dapat membuang racun atau toksin, yang menempel pada permukaan dan di bawah kulit.

“Dengan spa, racun dapat keluar, kesehatan kulit juga terjaga. Tidak kusam, tidak kering, hingga kulit mati dapat terangkat,” tambahnya.

Maria menambahkan spa juga bisa seperti olahraga, karena bagian dari sport and healthy.

Di satu sisi, di tengah pandemi covid-19, ada standar penerapan protokol kesehatan yang harus dipenuhi, sesuai dengan sertifikasi CHSE.

“Pertama setiap orang yang akan spa, pasti dilakukan pemeriksaan suhu badan. Mereka yang bersuhu di atas 37,5 derajat celcius tidak diperbolehkan. Termasuk yang sakit batuk, pilek,” paparnya.

Kemudian, durasi spa tidak boleh lebih dari satu jam. Terlebih jika aktivitas spa tersebut dilakukan di ruang tertutup.

“Kemudian terapis spa, harus atau diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), berupa masker, face shield , serta memakai sarung tangan karet. Sarung tangan ini diperlukan, agar tidak terjadi kontak secara langsung, saat melakukan aktivitas spa, seperti pijat atau luluran,” tandasnya.

Tidak hanya itu, di masa pandemi rangkaian spa, juga harus dihilangkan untuk mencegah potensi penyebaran covid-19.

“Rangkaian spa itu meliputi pijat, berendam, mandi, dan sauna. Karena masih pandemi, rangkaiannya hanya menjadi pijat dan mandi. Berendam dihilangkan, sementara untuk sauna, hanya untuk private sauna. Kalau ramai-ramai, tidak diperbolehkan,” lanjut Maria.

Saat ini, Assera juga tengah memperkenalkan spa semarangan, dengan memanfaatkan belimbing wuluh sebagai bahan baku untuk scrub atau lulur pijat.

“Belimbing wuluh ini, salah satu buah lokal yang bisa digunakan untuk kesehatan kulit. Manfaatnya, bisa mengangkat sel kulit mati, kemudian kandungan vitamin C yang dimiliki mampu mencerahkan dan melembutkan kulit,” tambahnya.

Sementara, penasehat Assera dr Dewi Rinawati, menuturkan penerapan protokol kesehatan melalui sertifikasi CHSE, mutlak diperlukan, agar tidak terjadi klaster covid-19 dari spa.

“Untuk bisa menerapkannya, diperlukan kesedaran dari pengelola atau terapis spa. Bagaimana mereka mau dan sadar prokes. Jika sarung tangan sudah rusak, ya jangan dipakai, diganti yang baru. Kewajiban memakai masker dan cuci tangan,” jelasnya.

Di sisi lain, spa sebagai kesehatan juga, sudah dikenal dari nenek moyang. Terutama dalam hal teknik pijat, dalam proses spa.

“Kita di Jawa, kenal dengan namanya pijat dan luluran dari budaya keraton. Pijat ini ternyata juga banyak manfaatnya, seperti melancarkan sirkulasi darah,meremajakan kulit, melemaskan ketegangan otot, menyegarkan tubuh hingga menambah kualitas tidur,” tambah trainer spa, Lenny Rosalia.

Lihat juga...