Seputar Pintar, Cara Puskesmas Lebih Dekat dengan Masyarakat Saat Pendemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Warga RW 002, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sangat antusias mengikuti pengobatan kesehatan. Satu persatu warga berdatangan untuk mengecek kesehatan dirinya kepada petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Ciracas.

Pelayanan medis bertajuk Seputar Pintar ini digelar dalam upaya meningkatkan kesehatan warga di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sehingga kesehatan mereka tetap terpantau oleh Puskesmas.

Penanggungjawab Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Kecamatan Ciracas, Euis Kurniawati mengatakan, kondisi Covid-19 menjadikan kegiatan POSBINDU (Pos Pembinaan Terpadu), dan Lansia ditiadakan sejak Maret 2020 di lingkungan warga setiap kelurahan.

Namun demikian menurutnya, kesehatan warga harus tetap terjaga, utamanya mereka yang memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes militus (DM) atau gula.

“Bagaimana caranya, supaya pasien-pasien hipertensi dan DM itu tetap termonitor sama Puskesmas, kami adakan pelayanan kesehatan dengan mendekatkan pada warga,” ujar Euis, kepada Cendana News saat ditemui di kantor RW 002 RT007, Kelurahan Susukan, Kecamatan Pasar Rebo,Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020).

Apalagi menurutnya, selama pandemi ini banyak warga yang merasa takut untuk berobat ke Puskesmas. Sehingga kemudian pihak Puskesmas mengadakan pendampingan kader POSBINDU di Kelurahan Susukan.

Kemudian POSBINDU menurunkan kader Dasa Wiswa (Dawis) untuk mendata warga pasien yang hipertensi dan DM. Mereka juga diminta mengisi formulir pendataan kesehatan terkait penyakitnya.

Hasil pendataan tersebut terdapat penambahan warga mengalami penyakit tersebut. Ada sebagian dari mereka yang sudah berobat ke puskesmas dan klinik. Tapi banyak juga yang merasa takut untuk berobat.

“Alasan mereka takut berobat, karena puskesmas tempat pemeriksaan Covid-19. Tapi kan mereka harus tetap minum obat. Makanya, kita adakah kegiatan Seputar Pintar ini upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring dan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) sehingga dapat terintegritas melalui pembinaan pelayanan kesehatan terpadu.

“Tujuan utamanya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Jadi, sasarannya cukup luas usia 15 tahun ke atas, baik itu kondisi sehat, masyarakat berisiko maupun masyarakat dengan kasus PTM. Semua terintegritas dan tetap harus minum obat dan rajin berobat,” ungkap Euis.

Kegiatan ini sebutnya, akan terus berlanjut tidak hanya di lingkungan kelurahan Susukan saja, tapi menyasar kelurahan lain di wilayah Kecamatan Ciracas.

“Kalau saat ini digelar di Kelurahan Susukan, karena kelurahan ini menjadi percontohan bagi kecamatan. Kami telah melakukan pemeriksaan warga di RW 01 dan RW 02 kelurahan Susukan, dan akan berlanjut di RW 03 dan lainnya serta kelurahan lain,” urainya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat agar keluhan kesehatan yang dirasakan bisa diobati dan diatasi dengan maksimal.

Lihat juga...