Mengikuti Tren, Cabai Hias Kian Digemari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Tren kenaikan tanaman hias mulai dari keladi, hingga aglonema, rupanya turut berimbas pada cabai hias, khususnya jenis cabai pelangi dan cabai hitam. Keduanya kini menjadi buruan para penggemar tanaman.

“Seperti dengan namanya, cabai pelangi ini memiliki buah berwarna warni, seperti kuning, merah, ungu. Warna ini yang menjadi daya tarik dari cabai hias,” papar penggemar tanaman hias, Wahid, saat ditemui di Semarang, Senin (23/11/2020).

Berbeda dengan tanaman cabai pada umumnya, yang pertumbuhan buah ke bawah, pada tanaman hias, buah cabai justru tumbuh berdiri ke atas. Dengan warna yang beragam, kumpulan cabai hias tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

“Selain itu juga ada cabai hitam, hanya saja warna tidak meriah cabai pelangi. Jadi saat masih muda, berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam, dan setelah tua, berubah lagi menjadi merah,” terangnya.

Di satu sisi, meski tergolong ke dalam jenis tanaman hias, namun buah cabai hias bisa tetap dimakan dan aman bagi kesehatan. Dalam artian, buah cabai tetap bercita rasa pedas, dan dapat dimanfaatkan layaknya cabai pada umumnya.

“Dengan menanam tanaman cabe hias ini rumah kita akan terlihat lebih indah, sejuk, dan segar, selain itu juga hasilnya kita bisa manfaatkan untuk keperluan dapur kita,” terangnya

Terpisah, petugas pertanian di Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi memaparkan, dalam perawatan cabai hias tersebut sama dengan cabai pada umumnya.

“Seperti halnya tanaman cabai, tanaman cabai hias ini rentan dengan kutu atau hama lainnya, untuk itu diperlukan perawatan. Misalnya penyemprotan fungisida dan pestisida. Jenis penyakit yang sering menyerang berupa keriting daun atau kutu putih. Jika tidak diantisipasi, maka tanaman bisa layu, bunga calon buah juga mudah rontok,” terangnya.

Dipaparkan, untuk menjaga kesuburan tanaman pemberian pupuk juga harus diperhatikan terutama jenis NPK.

Sementara, cara menanamnya pun tidak sulit, seperti halnya menanam cabai biasa. Benih yang sudah disemai, dan tumbuh daun sejati, atau empat helai daun, kemudian dipindahkan kedalam pot atau polybag.

“Lakukan penyiraman seperlunya, karena tanaman cabai ini harus memerlukan cukup air, namun jangan terlalu banyak, sebab jika terlalu lembab akar bisa busuk,” terangnya.

Selain itu lakukan pemupukan sesuai dengan anjuran. “Perlu diingat juga, bahwa tanaman ini merupakan tanaman dengan tipe memerlukan sinar matahari sepanjang hari, untuk proses pertumbuhan dan fotosintesis,” tandas Wahyudi.

Di kebun dinas UFC Semarang, pihaknya juga mengembangkan budidaya cabai hias. Masyarakat yang tertarik untuk membeli, atau belajar tentang budidaya cabai hias pun dipersilahkan untuk datang.

“Silahkan datang ke UFC Dispertan Semarang, kita buka setiap hari, bagi masyarakat yang ingin bertanya seputar pertanian atau perkebunan,” pungkasnya.

Lihat juga...