Faskes Merata, Pemkot Bekasi Siap Gelar KBM Tatap Muka
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menegaskan sekolah sudah siap jika diizinkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di wilayahnya. Hal itu dengan meratanya sebaran fasilitas kesehatan (Faskes) ditambah tenaga medis yang baik setiap kecamatan.
“Arahan dari pusat KBM tatap muka digelar Januari ini. Saya tegaskan Kota Bekasi sudah mulai mempersiapkan diri tentunya dengan protokol kesehatan, yang memadai,” tegas Bang Pepen, sapaan akrabnya, Kamis (26/11/2020).
Ia juga menegaskan secara resmi pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Bekasi sudah bersurat dalam hal pengajuan sekolah tatap muka. Untuk itu tunggu saja petunjuk dari pusat teknisnya bagaimana.
Menurutnya, tidak perlu ada kecemasan terkait protokol kesehatan karena Kota Bekasi telah melengkapi fasilitas dalam penanganan pencegahan Covid 19, baik dari sisi sarana dan prasarana sesuai petunjuk sebelumnya telah tersedia.
Namun demikian tegasnya, untuk guru yamg berada di atas usia 50 tahun dia menyarankan untuk tetap mengajar dari rumah. Hal tersebut sebagai antisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, lebih baik mencegah tentunya dari pada mengobati.
“Karena jika melihat data bagi warga Kota Bekasi lebih banyak dari usia 50 tahun ke atas dengan comorbidnya. Jadi saya sarankan guru usia 50 tahun ke atas bisa mengajar di rumah saja,” tandasnya.
Dia kembali menegaskan Kota Bekasi memang tinggi dari segi terpapar dan terkonfirmasinya. Tapi hal tersebut, karena pemerintah aktif melakukan pelacakan atau men-tracking dan terus mencari yang dekat dengan pasien terpapar.
“Tapi angka kematian kita rendah yakni 1,2 dan angka kesembuhan 93 persen jauh dari target WHO,” paparnya.
Meski sekolah akan menerapkan dua sif rombongan belajar dengan membagi kapasitas ruang kelas menjadi 50 persen, penerapan protokol kesehatan 3M para murid yang terus diawasi oleh guru dan manajemen sekolah.
Dia menegaskan, semua sekolah yang berada di wilayah Kota Bekasi, dari sisi kesehatannya menjadi tanggung jawab Pemkot Bekasi.
Diketahui Pemkot Bekasi menjadwalkan KBM tatap muka pada 11 Januari 2021. Hal ini, bersamaan dengan awal semester genap pada tahun ajaran baru 2020/2021.
Pemkot Bekasi sebelumnya sudah menggelar simulasi tatap muka di enam sekolah percontohan, awal Agustus 2020 lalu.
Enam sekolah melaksanakan simulasi KBM tatap muka yakni SMP Negeri 2 Bekasi Timur, SMP Victory Kemang Pratama, dan SMP Nassa Pondokgede, SDN Pekayonjaya VI, SD Al Azhar dan SDN Jaticempaka VI.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Saeful Mikdar terpisah, membenarkan sudah resmi bersurat kepada Kementerian Pendidikan dan Budaya, terkait penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.
” Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam mengeluarkan statement, karena perlu dibahas agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat. Apalagi berkenaan rencana pembelajaran tatap muka di satuan jenjang pendidikan dasar di Kota Bekasi yang bisa dikatakan kebutuhan hajat hidup orang banyak, tanpa ada regulasi sebagai rujukan,” tegas UU.
Dikatakan di era keterbukaan informasi seperti saat ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi berupaya untuk memberikan informasi.
” Di era keterbukaan informasi tentunya kami berupaya dalam memberikan informasi. Namun sebelum informasi dikeluarkan untuk masyarakat ada yang namanya saling koordinasi dan sinkronisasi, agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesimpangsiuran,” tutup UU.