Sejumlah Pelajar dan Tenaga Pengajar di Pariaman Ikuti Tes ‘Swab’
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PARIAMAN – Seluruh pelajar dan tenaga pengajar di SMP/SMA Yayasan Sahabat Cendekia yang beralamat di Kelurahan Ujung Batung Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, melakukan tes swab menjelang dilaksanakannya proses belajar mengajar dengan sistem tetap muka.
Wali Kota Pariaman, Genius Umar, mengatakan, tes swab dilakukan bertepatan usai pelaksanaan upacara bendera merah putih HUT ke-75 Indonesia. Tes swab dilakukan di halaman sekolah SMP/SMA Yayasan Cendikia Kota Pariaman.

“Saya senang sekali dan ini baru pertama di Kota Pariaman, semua pelajar dan pengajar yang akan bergabung di SMP/SMA Yayasan Sahabat Cendekia Kota Pariaman melakukan tes swab,” ujar dia, Senin (17/8/2020).
Menurutnya, dengan melakukan tes swab sebelum memulai proses belajar tatap muka adalah cara yang tepat, yang dapat memutus rantai perkembangan Covid-19 khususnya di lingkungan sekolah. Tes swab yang dilakukan tersebut tanpa dipungut biaya sepersen pun.
Dikatakannya, setelah Kota Pariaman dinyatakan status menjadi kuning karena adanya warga Kota Pariaman positif Covid-19, Pemerintah Kota Pariaman tak henti-hentinya mengimbau dan mensosialisasikan ke tengah masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Saat ini Kota Pariaman memang berstatus zona kuning dengan adanya penambahan 7 warga Kota Pariaman yang positif Covid-19 setelah sebelumnya 1 orang dan telah dinyatakan sembuh,” jelas dia.
Namun sampai saat ini kembali dinyatakan sembuh 3 orang lagi sehingga warga Kota pariaman yang positif tinggal 4 (empat) orang. “Semoga saja dengan patuhnya kita seperti salah satu contoh yang dilakukan oleh SMP/SMA Yayasan Sahabat Cendekia Kota Pariaman ini, Kota Pariaman kembali pada zona hijau,” harapnya.
Ia berharap akan ada sekolah-sekolah lainnya menyusul melakukan swab, bukan hanya terhadap guru melainkan semua yang terlibat. Baik pelajar maupun guru dan staf di sekolah tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan SMP/SMA Sahabat Cendikia Kota Pariaman, Edward, mengatakan, terlaksananya pelaksanaan tes swab itu, setelah dibantu oleh Pemko Pariaman. Hal itu difasilitasi oleh pemerintah, mulai dari proses tes swab sampai keluarnya hasil swab nanti, dan dinyatakan aman untuk memulai belajar dan sekolah tatap muka.
“Kita memang sengaja mengadakan tes swab bagi pelajar, pengajar dan pengurus Yayasan SMP/SMA Sahabat Cendikia Kota Pariaman. Ini dilakukan karena para pelajar yang akan bergabung terdiri dari berbagai wilayah,” ungkap dia.
Ia menjelaskan sembari menunggu hasil tes swab keluar, anak-anak tetap akan dikarantina dulu atau setelah aman dan hasilnya negatif. Direncanakan sekolah tatap muka di sekolah itu, akan dimulai tanggal 1 September 2020.
Saat ini ada 22 santri dari luar daerah yang telah mengantongi izin orang tua dan rapid tes dari daerahnya masing – masing. 22 santri ini juga sedang melakukan tes swab agar lebih meyakinkan diri bahwa mereka aman dan negatif sehingga mereka bisa melakukan proses belajar tatap muka.
“Setelah selesai 22 santri ini lakukan tes swab, kita akan lakukan tes swab selanjutnya terhadap pelajar dari dalam kota. Ada 93 santri SMP/SMA yang akan melakukan tes swab sehingga setelah semuanya selesai dan dinyatakan negatif, kita akan mulai belajar tatap muka,” sebutnya.
Ia berharap hasil tes swab nantinya seluruh pelajar dan tenaga pengajar di Yayasan SMP/SMA Sahabat Cendikia Pariaman itu dalam kabar negatif Covid-19.