Rentannya Sistem Kesehatan Nasional

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melaporkan, di samping Covid-19 yang saat ini angka penularannya terus meningkat, Indonesia juga masih dihantui oleh sejumlah penyakit berbahaya lain, seperti Tuberkulosis (TB), Malaria, Kusta Stunting dan Obesitas.

“Berdasarkan riset dari Global TB Report, saat ini kita merupakan negara dengan jumlah kasus baru TB terbesar ke tiga di dunia. Total ada 843.000 kasus dengan rata-rata 314 kasus per 100.000 penduduk Indonesia,” terang Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Subandi Sardjoko, dalam webinar bertajuk Reformasi Sistem Kesehatan Nasiona, Rabu (12/8/2020).

Kemudian, penyebaran penyakit kusta di Tanah Air juga menggambarkan angka yang mengkhawatirkan. Saat ini, Indonesia bertengger di posisi ke tiga dunia setelah India dan Brazil. Di 2019, tercatat ada 16.186 penduduk menderita kusta, lalu 132 kabupaten/kota hingga saat ini belum juga mengeliminasi penyakit tersebut.

“Catatan yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah fakta, bahwa 27,7 persen balita kita menderita stunting. Dan, 21,8 persen orang dewasa menderita obesitas,” ujar Subandi.

Selain itu, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia baru menjangkau 57,9 persen anak. Imunisasi terendah terjadi di dua wilayah paling ujung Barat dan Timur Indonesia, Aceh dan Papua.

“Fakta-fakta ini yang mengharuskan kita untuk segera mereformasi sistem kesehatan nasional. Tentu Covid-19 akan jauh lebih berbahaya, bila menjangkiti orang yang sudah disertai penyakit-penyakit lainnya itu,” tukas Subandi.

Bappenas, lanjut Subandi, telah mencantumkan sejumlah target penanganan penyakit-penyakit tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024, di mana TB akan dikurangi menjadi 190 kasus per 100.000 penduduk, kemudian kusta akan dieliminasi di seluruh kabupaten/kota, lalu IDL dapat menjangkau 90 persen anak Indonesia.

“Kita juga sudah menegaskan di dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, agar reformasi sistem Kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dikerjakan seluruh kementerian/lemabaga,” pungkas Subandi.

Lihat juga...