Jangan Takut Periksa Gigi Saat Pandemi
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Rasa takut masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan dan melakukan perawatan pada gigi, ditepis oleh RS YARSI Jakarta. Dinyatakan, pengobatan pada gigi tetap dapat dilakukan, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang didukung oleh fasilitas yang optimal.
drg. Anugrah Prayudi Raharjo, yang merupakan salah seorang dokter gigi di RS Yarsi menyatakan perawatan maupun tindakan pengobatan gigi tetap diadakan di RS YARSI Jakarta.
“Jangan takut untuk datang ke dokter gigi untuk mendapatkan tindakan. Karena setiap fasilitas kesehatan gigi juga menerapkan protokol kesehatan secara optimal untuk mencegah penyebaran COVID 19 ini,’ kata drg. Yudi saat talkshow online, Rabu (26/8/2020).
Selain protokol kesehatan, Yudi juga menegaskan bahwa masyarakat juga harus memperhatikan fasilitas dan alat yang digunakan oleh fasilitas kesehatan gigi sebelum memutuskan untuk melakukan pemeriksaan.
“Masyarakat harus aktif untuk melihat fasilitas yang ada di tempat untuk memeriksakan gigi tersebut. Kalau memang menerapkan protokol kesehatan, dokternya juga menggunakan APD lengkap dan alat-alatnya juga memadai, ya tidak perlu takut untuk datang ke dokter gigi,” ucapnya.

Yudi juga meminta masyarakat untuk menuruti protokol kesehatan saat datang ke dokter gigi.
“Saat menuju ke fasilitas kesehatan, harus menggunakan masker. Begitu sampai cuci tangan. Jangan batuk atau bersin sembarangan. Membuang tisu atau masker bekas pakai juga jangan sembarangan. Dan, saat datang periksa, cukup sendiri atau ditemani satu orang saja. Jangan satu keluarga ikut mengantar,” ujarnya secara tertawa.
Ia menjelaskan potensi penyebaran virus di fasilitas kesehatan gigi berasal dari kelenjar saliva atau kelenjar air ludah yang ada di mulut.
“Kalau memang ada, virus itu hidupnya di kelenjar saliva. Sehingga potensi untuk menyebar saat dilakukan penyedotan saliva atau pengeboran gigi itu sangat besar. Sehingga sangat penting bagi pasien maupun dokter gigi untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” ucapnya.
Ia menyatakan bahwa sejauh ini, belum ada penyakit gigi yang ditimbulkan atau dapat diperparah oleh virus COVID 19 ini.
“Jadi yang dicegah hanya penularannya saja. Karena kelenjar saliva tersebut bisa menjadi lokasi hidup virus,” imbuhnya.
Walaupun aman, Yudi meminta masyarakat untuk menunda perawatan gigi yang tidak terlalu mendesak untuk menghindari potensi penyebaran.
“Bagaimana cara menundanya? Tentunya dengan menjaga kesehatan gigi. Sikat gigi secara teratur dengan sikat gigi yang sesuai dan melakukannya setiap kali selesai makan. Sehingga akan mengurangi potensi adanya gangguan pada gigi,” ujarnya lagi.
Untuk kondisi mendesak, Yudi meminta masyarakat untuk cermat dalam memilih fasilitas kesehatan untuk memeriksakan giginya.
“Seperti di RS YARSI, karena adanya COVID ini, beberapa pelayanan belum diadakan. Tapi insha Allah, pada bulan September tahun ini, kami upayakan sudah kembali normal seperti semula,” pungkasnya.