Gugus Tugas Covid-19 Sikka: 178 Pelaku Perjalanan Dipulangkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 178 pelaku perjalanan asal Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama 4 hari berada di lokasi karantina terpusat gedung Sikka Convention Center dan bekas Kantor Dinas Pariwisata, dipulangkan ke rumah masing-masing.

Pemulangan pelaku perjalanan tersebut diambil Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka setelah selesai dilakukan screening oleh tenaga kesehatan.

“Ada 183 pelaku perjalanan tetapi 2 orang asal Kabupaten Ende sehingga asal Kabupaten Sikka hanya 182 orang saja,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir, Jumat (21/8/2020).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT yang juga Kepala BPBD Sikka, Muhammad Daeng Bakir saat ditemui di lokasi karantina, Jumat (21/8/2020). Foto: Ebed de Rosary

Daeng Bakir katakan, dari jumlah tersebut yang dilakukan screening hanya 178 orang saja sementara 3 orang lainnya kabur dari lokasi karantina terpusat saat proses screening berlaku.

Sebanyak 2 orang kata dia, masih ada pemeriksaan lebih laniut oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka agar bisa dipulangkan hari ini, Jumat (21/7/2020).

“Dua orang penumpang KM. Lambelu hari ini masih ada pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis. Kita harapkan semua pelaku perjalanan bisa segera dipulangkan semua,” harapnya.

Daeng Bakir mengharapkan agar para pelaku perjalanan lebih tertib mengurus surat rapid test dan swab jangan memakai jasa calo agar tidak menyulitkan diri sendiri dan tim gugus tugas.

Ia menambahkan, ada dua desa yang minta agar dilakukan karantina terpusat, tetapi Bupati Sikka sudah menginstruksikan agar pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Kita tetap akan pulangkan para pelaku perjalanan karena dari hasil screening oleh tenaga medis tidak ditemukan gejala tertular virus Corona. Sementara 3 orang yang kabur akan dicari pemerintah desa untuk menjalani karantina mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan, pihaknya telah melakukan screening terhadap semua pelaku perjalanan di lokasi karantina terpusat.

Petrus menyebutkan, setelah dilakukan screening semua pelaku perjalanan dipastikan bisa dikembalikan ke rumah mereka masing-masing dan wajib menjalankan karantina mandiri.

“Kami hanya melakukan screening terhadap 178 pelaku perjalanan menggunakan kapal Pelni KM. Lambelu yang ada di lokasi karantina terpusat. Manifes penumpang 203 orang sementara 25 orang tidak diketahui keberadaannya dan diduga kabur,” ungkapnya.

Dari 178 orang tersebut tambah Kepala Dinas Kesehatan ini, 2 orang pelaku perjalanan asal Kabupaten Ende dan hasilnya diketahui masing-masing 1 orang mengalami diare, kurang fit, hamil dan ODGJ.

Lihat juga...