Angka Stunting di NTT Masih Tinggi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih tergolong tinggi di Indonesia. Pada 2019 mencapai 38,6 persen dan diperikarakan mengalami penurunan di 2020 akibat gencarnya upaya penanganan stunting.

Total angka stunting di Provinsi NTT sebanyak 99.534 kasus, sementara angka stunting di Kabupaten Sikka mencapai 4.709 kasus termasuk 32 anak stunting yang sedang menjalani perawatan di rumah pemulihan stunting.

“Angka stunting di Sikka mencapai 25 persen, dan ini jauh lebih baik, bila dibandingkan dengan Provinsi NTT yang mencapai 38, 6 persen,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Jumat (14/8/2020).

Menurut Petrus, jumlah stunting di Sikka berada pada urutan ke-10 dari 22 kabupaten/kota di NTT. Kabupaten Timor Tengah Selatan berada pada urutan pertama, dengan jumlah 13.601 kasus.

Kabupaten Kupang berada pada peringkat ke dua, dengan jumlah angka stunting mencapai 7.891 kasus, disusul oleh Kabupaten Timor Tengah Utara 7.189 kasus.

“Urutan ke empat Kabupaten Manggarai sebanyak 6.184 kasus, disusul Sumba Barat Daya 6.074, Flores Timur 5.245, Kota Kupang 5.151, Malaka 4.886 dan Sumba Timur 4.839 kasus,” jelasnya.

Sementara angka stunting di kabupaten-kabupaten lain, ungkap Petrus, berkisar antara 1.000 sampai 4.700 kasus, dan jumlah angka stunting paling rendah terdapat di Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 1.109 kasus.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebutkan terdapat tiga kabupaten yang menjadi beban terkait dengan kemiskinan dan stunting.

Viktor menyebutkan, tiga kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU) dan hal ini pun dilihatnya saat mengunjungi wilayah tersebut.

“Saya meminta agar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berembuk mencari solusi, agar masyarakat terbebas dari masalah kemiskinan dan stunting,” pesannya.

Viktor meminta, agar pmpinan OPD harus serius dalam menanggapi masalah kemiskinan dan stunting di NTT, terutama di 3 kabupaten tersebut yang tergolong masih tinggi.

“NTT merupakan provinsi dengan kasus kemiskinan dan stunting tertinggi di Indonesia. Bila tiga kabupaten ini ditangani dengan baik, akan berdampak terhadap angka stunting provinsi,” ujarnya.

Lihat juga...