Akhir Pekan, Jumlah Penumpang Kapal di Bakauheni Meningkat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Libur akhir pekan, HUT Kemerdekaan ke-75 RI, berdampak positif bagi sektor usaha transportasi laut di Lampung Selatan.

Warsa, ketua dewan pimpinan cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) cabang Bakauheni,Lampung Selatan, menyebut peningkatan produksi muatan barang dan penumpang memberi keuntungan bagi operator kapal.

Sesuai data PT ASDP Bakauheni, kenaikan arus penyeberangan mencapai 30 hingga 40 persen, dibandingkan hari normal. Peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dipengaruhi faktor libur panjang dan libur nasional, libur hari raya keagamaan. Dampak secara langsung banyak masyarakat memilih perjalanan ke luar daerah.

Warsa,Ketua DPC Gapasdap saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (16/8/2020). -Foto: Henk Widi

Faktor moda transportasi yang mudah dari Jawa ke Sumatra dan sebaliknya, menurut Warsa ikut mempengaruhi peningkatan layanan. Sesuai data dari posko produksi angkutan selama 24 jam sejak Jumat (14/8) hingga Sabtu (15/8), total penumpang menyeberang dari Merak 35.454 orang. Kendaraan roda dua sebanyak 1.849 unit, kendaraan pribadi tercatat 4.249 unit.

“Jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang meningkat dibandingkan kondisi normal, sekaligus periode yang sama atau saat liburan jelang HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya,” terang Warsa, Minggu (16/8/2020).

Selain kendaraan pribadi, jumlah kendaraan yang meningkat meliputi kendaraan roda empat atau lebih mencapai 7.191 unit. Peningkatan produksi muatan kendaraan, penumpang ikut mendorong naiknya pendapatan operator kapal. Sebab, dalam satu hari sebanyak 29 hingga 30 kapal dioperasikan. Kapal tersebut dioperasikan pada 5 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif.

Faktor peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang menggunakan kapal, disebut Warsa untuk berwisata. Sejak sejumlah objek wisata alam di Lampung beroperasi, ia memastikan ikut mendongkrak jumlah penumpang. Meski masa pandemi Covid-19, layanan jasa kapal laut tetap menerapkan protokol kesehatan. Kelonggaran syarat menyeberang berimbas kenaikan jumlah penumpang.

“Saat mudik Idulfitri dilarang sebagian masyarakat mudik saat Idul Adha dan libur panjang peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini,” cetusnya.

Penerapan reservasi tiket online, menurut Warsa memudahkan pengguna jasa. Penerapan sistem tersebut memudahkan calon penumpang membeli tiket di merchant dan aplikasi www.ferizy.com. Selain memudahkan pengguna jasa, reservasi online tiket menghindari penumpukan penumpang di pintu masuk pelabuhan.

Keuntungan bagi operator kapal, menurutnya dengan jumlah muatan yang bertambah. Saat sepi muatan, omzet kapal dalam satu kali perjalanan atau trip hanya mendapatkan Rp8juta. Jumlah tersebut dari kendaraan dan penumpang pejalan kaki. Namun saat jumlah penumpang meningkat, omzet operator dalam satu trip bisa mencapai lebih dari Rp10 juta hingga Rp15juta.

“Peningkatan jumlah penumpang tentunya berdampak positif bagi operator kapal dari sisi pendapatan,” cetusnya.

Selain bagi operator kapal, pemilik jasa travel, angkutan pedesaan dan bus penyedia transportasi, juga meningkat. Asmuni, salah satu pengemudi travel menyebut jumlah penumpang dari Jawa turun ke Sumatra melalui kapal mengalami peningkatan. Sebagian penumpang dominan warga yang akan berlibur untuk menikmati sejumlah objek wisata di Lampung.

Ia menyebut, dibandingkan dua bulan sebelumnya pendapatan pelaku usaha transportasi mulai membaik. Sehari ia bisa mendapatkan omzet Rp1juta dari dua kali perjalanan mengantar penumpang.

Trayek pelabuhan Bakauheni ke Terminal Rajabasa, menurutnya mengalami peningkatan. Sebelumnya, dalam sehari ia sulit mendapatkan omzet Rp500ribu imbas sepinya penumpang.

Lihat juga...