Usaha Aksesoris Perayaan HUT RI di Bandar Lampung, Mulai Marak

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI jatuh pada pekan kedua Agustus, namun pedagang aksesoris bendera dan pernak pernik lain mulai marak.

Aiman, menyebut beralih usaha menjadi pedagang bendera dan aksesoris lain untuk HUT RI ke-75. Bendera dan akseoris lain dijual pada lokasi strategis Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung.

Semula Aiman mengaku bekerja sebagai buruh bangunan, namun peluang usaha jelang HUT RI atau Agustusan dimanfaatkan olehnya. Waktu tiga pekan menurutnya dimanfaatkan untuk berjualan pada jalan Pangeran Antasari yang terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera. Usaha tersebut ditekuninya setiap tahun membantu salah satu kerabat pedagang bendera.

Bersama dengan kerabat dan sebanyak lima orang lain lokasi berjualan ada di sejumlah jalan utama di Bandar Lampung. Perayaan HUT RI disebut Aiman kerap identik dengan pernak pernik bendera merah putih. Jenis aksesoris yang dijual meliputi bendera, bandir, backround, umbul-umbul, ketupat merah putih. Berjualan sejak sepekan silam ia telah menjual puluhan bendera.

“Usaha musiman ini saya jalankan karena memiliki peluang keuntungan menjanjikan, semua barang yang saya jual milik saudara tapi dari hasil menjualnya saya mendapat selisih keuntungan dari membantu menjualnya,” terang Aiman saat ditemui Cendana News, Selasa (28/7/2020).

Aiman menyebut barang yang dijual bersama bendera dan aksesoris lain berupa bambu. Jenis bambu tamiang dan bambu tali yang sudah dikeringkan kerap diminati warga untuk mengibarkan bendera. Selain itu bambu dipergunakan untuk pemasangan umbul-umbul yang kerap diwajibkan pada sejumlah kantor pemerintahan. Harga yang ditawarkan per batang bambu mulai harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per batang.

Aiman, pedagang aksesoris untuk perayaan kemerdekaan RI di Jalan Pangeran Antasari,Bandar Lampung berjualan tiga minggu sebelum HUT RI ke-75, Selasa (28/7/2020). -Foto Henk Widi

Aiman menyebut bendera dijual sesuai ukuran mulai dari 90 cm, 120 cm, 150 cm hingga 170 cm. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000 perhelai. Jenis bandir berlambang garuda dijual dengan harga Rp35.000, umbul umbul Rp25.000, background Rp150.000 hingga Rp700.000 sesuai ukuran dan jenis bahan. Umumnya bahan kain satin abutai dan parasut biasa.

Aiman yang sudah berjualan sejak 2018 silam mengaku mendapat keuntungan rata rata Rp5juta. Pada tahun ini ia menyebut keuntungan menurun karena daya beli masyarakat berkurang. Selama masa pandemi Covid-19 pembeli didominasi oleh instansi pemerintah dan swasta yang akan mengganti bendera dan aksesoris. Sebagian pelanggan perseorangan dominan hanya membeli bendera.

“Karena tahun ini dipastikan tidak ada perlombaan, warga yang menggelar kegiatan keramaian memeriahkan HUT RI ke-75 ikut mempengaruhi penjualan bendera dan aksesoris lain,” terang Aiman.

Pedagang bendera lain bernama Saprudin menyebut memanfaatkan peluang berjualan bendera. Berbarengan dengan jelang Idul Adha, ia menjual bendera dan aksesoris lain memilih lokasi Jalan Basuki Rahmat. Lokasi berjualan di dekat pelaku usaha penjualan hewan kurban di jalan tersebut. Sebab saat pembeli ingin membeli hewan kurban menyempatkan diri membeli bendera.

Pada tahun ini ia menjual 200 kodi aksesoris. Barang yang dijual meliputi 60 kodi umbul umbul,sebanyak 30 kodi bandir, sebanyak 40 kodi bendera berbagai ukuran dan sebanyak 290 helai background. Sebagai salah satu pemasok bendera dan aksesoris yang didatangkan dari wilayah Jawa Barat menjualnya bersama empat kerabatnya.

“Agar penjualan lebih maksimal saya menyebar empat orang lain berjualan pada sejumlah lokasi di Bandar Lampung,” terangnya.

Hasil penjualan bendera dan berbagai aksesoris menurutnya bisa memberi omzet hingga Rp10juta. Namun pada tahun ini dengan sepinya pembeli ia menargetkan omzet penjualan mencapai Rp6juta. Meski ia telah menurunkan harga bendera dan aksesoris lain belum mampu mendongkrak penjualan. Kegiatan yang dibatasi selama masa pandemi Covid-19 menurutnya ikut memicu terbatasanya pembelian bendera dan aksesoris lainnya.

Asnawati, salah satu pembeli bendera asal Telukbetung menyebut membeli bendera dan umbul-umbul. Ia berniat membeli bendera, umbul-umbul untuk mengganti yang lama. Kusam dan sebagian telah rusak membuat ia membeli bender baru seharga Rp35.000. Kewajiban memasang umbul-umbul dan bendera saat HUT RI selalu dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya.

Lihat juga...