Optimalkan Tanaman Obat Herbal, Dusun Karangmojo Gelar Lomba Antar-RT

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Di tengah masa pandemi seperti saat ini, kebutuhan akan berbagi jenis obat herbal semakin meningkat. Selain dapat menambah daya tahan tubuh, obat herbal juga banyak dikonsumsi masyarakat karena berbagai khasiatnya yang mampu menangkal bermacam penyakit.

Tak hanya di bidang kesehatan, tanaman obat herbal ternyata juga sangat bermanfaat dalam mendorong perekonomian warga. Pasalnya dengan menanam tanaman herbal seperti jahe merah, kunir, kencur dan sebagainya, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang menggiurkan dengan cara menjualnya.

Sebagai upaya mendorong penanaman tanaman herbal atau biasa disebut Toga (Tanaman Obat Keluarga) itulah, dusun Karangmojo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, melakukan gerakan menanam toga di semua lapisan masyarakat. Seluruh warga di setiap RT didorong untuk menanam Toga di pekarangan masing-masing.

Kepala Dukuh Karangmojo, Andi Rakhmat Santoso, sendiri punya cara unik untuk memotivasi warganya agar mau menanam Toga. Ia menggelar lomba menanam Toga di tiap wilayah RT di seluruh padukuhan Karangmojo. Selain memperebutkan piala bergilir, dalam lomba ini juga disiapkan berbagai hadiah menarik seperti uang pembinaan.

“Kita gelar lomba merintis kebun toga dengan melibatkan partisipasi semua lingkungan RT. Total ada 13 RT di pedukuhan kami yang terlibat. Masing-masing menyediakan lahan untuk ditanami toga. Perlombaan sekarang masuk penilaian tahap kedua,” kata Dukuh Karangmojo, Andi Rakhmat Santoso, kepada Cendana News, Jumat (17/7/2020).

Kepala Dukuh Karangmojo, Andi Rakhmat Santoso, saat dijumpai, belum lama ini. Foto: Jatmika H Kusmargana

Menurut Andi, masih cukup luasnya lahan pekarangan di dusun Karangmojo, menjadi keuntungan sekaligus potensi dalam pengembangan sentra kebun Toga. Karena itu pihaknya akan berupaya mendorong warga untuk tidak sekedar menanam, namun juga mengolah dan menjual hasil Toga yang dihasilkan masyarakat.

“Nanti kami akan ikut membantu pemasarannya, dan membuatkan produk lokal. Contohnya yang sudah ada seperti minuman sari apel dan sereh,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan dusun Karangmojo ini ternyata mampu menarik perhatian pemerintah tingkat kabupaten Sleman. Terbukti dengan hadirnya Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang turut hadir ke dusun Karangmojo untuk meninjau penyelenggaraan lomba rintisan kebun Toga ini.

Wakil Bupati sendiri menilai positif pelaksanaan lomba toga antar RT yang digagas Pedukuhan Karangmojo ini. Menurutnya, keberadaan toga akan membantu kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Terlebih isinya tidak hanya tanaman obat tapi juga sayur-mayur dan buah-buahan.

“Bahkan disini, kebun toga dilengkapi dengan kolam ikan. Jadi manfaatnya dobel, air dari kolam bisa digunakan untuk menyiram tanaman sekaligus sebagai pupuk. Tentu kita akan dukung setiap kegiatan positif semacam ini,” ujarnya belum lama ini.

Lihat juga...