Operasional Bus AKAP di Pelabuhan Bakauheni Terapkan Prokes

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) asal Sumatera tujuan Pulau Jawa terapkan protokol kesehatan (Prokes).

Ivan Rizal, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) menyebut bus AKAP sudah melayani penumpang yang akan menuju ke Pulau Jawa. Aturan telah disosialisasikan kepada awak bus, penumpang terkait protokol kesehatan selama adaptasi new normal.

Operasional bus AKAP sebelum pandemi Covid-19, ungkap Ivan Rizal, mencapai 150 bus per hari. Namun semenjak pandemi Covid-19 mulai bulan Maret hingga Juni operasional bus alami penurunan sebanyak 30 persen. Meski telah beroperasi sebanyak 70 persen dengan jumlah rata-rata 105 bus per hari diseberangkan oleh pengurus SPTI.

Sejumlah aturan yang telah dicabut meliputi syarat penumpang hanya boleh 50 persen kapasitas tempat duduk telah diperlonggar. Imbasnya minat masyarakat untuk bepergian memakai bus asal Sumatera tujuan Jawa meningkat. Sejumlah syarat dokumen kesehatan, rapid test bebas Covid-19 tetap diwajibkan bagi penumpang bus.

“Sektor jasa transportasi khususnya layanan bus AKAP harus tetap beroperasi untuk menggerakkan ekonomi, namun protokol kesehatan wajib diterapkan awak bus dan penumpang,” terang Ivan Rizal saat ditemui Cendana News, Jumat (10/7/2020).

Ivan Rizal, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui Cendana News, Jumat (10/7/2020). -Foto Henk Widi

Perusahaan otobus (PO) menurutnya telah memasang sosialisi kewajiban memakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Sebanyak 100 PO yang berkantor di Jakarta dan sejumlah perwakilan di sejumlah kota trayek Jawa-Sumatera disebutnya menggunakan jasa SPTI di Bakauheni. Seluruh penyedia jasa disebutnya diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan selama bertugas.

Penerapan protokol kesehatan, sebut Ivan Rizal, mutlak dilakukan karena Pelabuhan Bakauheni jadi jalur perlintasan. Sebagian bus AKAP berasal dari wilayah yang sebagian masih memiliki kluster dan penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Sebagai solusi transaksi pembelian tiket kapal bagi bus menerapkan sistem cashless atau nontunai.

“Penerapan pembelian tiket akan dilakukan pengurus SPTI agar pengemudi lebih mudah tidak harus membeli tiket,” terangnya.

Perwakilan setiap PO, menurut Ivan Rizal, telah menempatkan petugas yang membeli tiket secara online. Proses pembelian tiket dilakukan pada sejumlah lokasi rest area yang ada di jalan tol dan Jalan Lintas Sumatera. Pengurus akan menggunakan aplikasi di laman www.ferizy.com saat bus belum tiba di Pelabuhan Bakauheni. Cara tersebut dilakukan mempercepat proses transaksi dan bus bisa menyerang dengan cepat.

Bus AKAP yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa selama Covid-19 dilarang menurunkan penumpang. Langkah tersebut bertujuan agar tidak ada interaksi antara penumpang yang akan menyeberang dengan pengurus. Meski standar pemindaian suhu tubuh memakai thermal gun telah dilakukan, penumpang tetap berada di bus selama perjalanan.

“Upaya meminimalisir kontak fisik dengan penumpang jadi cara menerapkan protokol kesehatan bagi petugas SPTI di Pelabuhan Bakauheni,” cetusnya.

Kantor SPTI yang ada di dermaga satu Pelabuhan Bakauhen,i menurut Ivan Rizal, menyiapkan alat cuci tangan dengan sabun. Bertugas di tempat perlintasan Jawa dan Sumatera ia selalu mewajibkan penggunaan masker dan hand sanitizer. Koordinasi dengan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang dilakukan saat ada penumpang alami gangguan kesehatan agar cepat ditangani.

Lubis, pengurus jasa transportasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan, Jumat (10/7/2020). -Foto Henk Widi

Meski belum 100 persen beroperasi sejumlah PO akibat penumpang terbatas,ia optimis akhir Juli jumlah bus akan meningkat. Sebab hingga kini belum ada edaran larangan untuk melakukan mudik jelang  hari raya Idul Adha. Tanpa ada larangan ia optimis sejumlah PO akan menambah armada bus untuk melayani penumpang yang akan pulang kampung dengan mewajibkan penerapan protokol kesehatan.

Lubis, pengurus jasa transportasi bus AKAP dan AKDP serta travel menyebut jumlah penumpang belum naik signifikan. Sejumlah penumpang asal pulau Sumatera tujuan Jawa dominan menggunakan jasa travel dan bus. Sebab dengan penggunaan jasa transportasi sebagian telah mewajibkan surat kesehatan dari tempat asal.

“Sepanjang penumpang sehat dibekali dengan keterangan dari Puskesmas dan tim gugus tugas bisa melakukan perjalanan,” terangnya.

Operasional bus dan travel di Pelabuhan Bakauheni dari normal sebanyak 70 bus kini masih berkisar 40 armada. Sejumlah PO memilih mengurangi jumlah bus untuk efesiensi biaya operasional. Hal yang sama dilakukan oleh sejumlah perusahaan travel. Meski aturan diperlonggar saat akan menyeberang memakai kapal laut,jumlah penumpang belum naik signifikan.

Dukungan dari PT ASDP Bakauheni sebagai penyedia layanan penyeberangan dilakukan dalam penerapan protokol kesehatan. Sejumlah pengurus travel dan bus disebut Lubis telah diberi masker. Sejumlah tempat cuci tangan dengan sabun disiapkan bagi calon penumpang dan pengurus jasa transpotasi. Penyekatan tempat duduk di loby pembelian tiket dan kendaraan diterapkan untuk jaga jarak.

Lihat juga...