Distribusi Daging Kurban, Pemkot Jaksel Bagi 24 Ribu Bongsang
JAKARTA – Sebanyak 24 ribu bongsang atau keranjang bambu, untuk pendistribusian daging kurban pada Iduladha 1440 Hijriah/2020, disalurkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) ke 10 kecamatan.
“Kita akan salurkan sehari menjelang Idul Adha, setiap kecamatan mendapat bagian 1.700 bongsang,” kata Asistem Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sayid Ali, Rabu (29/7/2020).
Penggunaan bongsang untuk pendistribusian daging kurban, bertujuan untuk mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta dalam rangka mengurangi penggunaan kantong plastik. Penggunaan bongsang untuk pendistribusian daging kurban telah diberlakukan Pemkot Jakarta Selatan sejak tahun lalu.
Selain untuk mendukung program ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, penggunaan bongsang juga untuk menghidupkan industri rumah tangga pengrajin anyaman di tengah pandemi COVID-19.
Menurut Sayid, puluhan ribu bongsang tersebut telah dipesan dan diproduksi dari dua perajin anyaman bambu di wilayah Ciampea dan Cilebut, Kabupaten Bogor. “Bongsang-bongsang ini kita beli langsung ke perajin bukan dari pedagang. Jadi, ada pemasukan juga ke perajin di tengah pandemi COVID-19 ini,” ujarnya.
Jika dihitung dari nominal harga, penggunaan bongsang jauh lebih mahal dibanding penggunaan kantong plastik. Namun, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengedepankan aspek ramah lingkungan sehingga harga tidak menjadi soal.
Untuk meringankan kebutuhan masyarakat akan wadah ramah lingkungan, Pemkot Jakarta Selatan menyediakan ribuan bongsang yang akan disalurkan ke sejumlah panitia kurban yang ada di 10 kecamatan di Jaksel. “Sesuai dengan instruksi gubernur dan wali kota, menggunakan wadah yang ramah lingkungan. Kalau bicara mahal murah, seandainya mahal sedikit. Kita ngasih keuntungan untuk para perajin, agar menggeliat kembali di situasi seperti ini,” kata Sayid.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengimbau, seluruh panitia kurban untuk menggunakan wadah ramah lingkungan untuk mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat. “Berharap panitia kurban dapat menggunakan wadah-wadah ramah lingkungan,” kata Marullah. (Ant)