DBD di Sikka Renggut 16 Korban Jiwa
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang paling banyak merenggut nyawa warga Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2020, dimana hingga Juli 2020 sudah ada 16 warga yang meninggal dunia.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menyebutkan, hingga Selasa (9/6/2020) sudah terdapat 1.667 warga yang terserang DBD dan mayoritas penderita merupakan anak-anak sehingga masyarakat diminta waspada saat memasuki musim hujan.
“Warga harus waspada saat memasuki musim hujan dengan mulai membersihkan lingkungan rumahnya hingga saat ini,” kata Yani Making, warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (24/7/2020).

Yani meminta agar pemerintah mulai menginstruksikan warga untuk membersihkan lingkungan sekitar rumahnya. Gerakan Jumat Bersih seminggu sekali sarannya sebaiknya digalakkan kembali mengingat sudah ada laporan lagi soal warga yang meninggal akibat DBD.
Mantan anggota DPRD Sikka ini menginginkan agar saluran air yang ada di Kota Maumere mulai dibersihkan. Alat-alat berat pintanya, harus diterjunkan untuk membersihkan sampah di muara kali mati yang masih menumpuk selama musim hujan sebelumnya.
“Alat-alat berat harus dikerahkan untuk membersihkan saluran-saluran serta kali agar air bisa mengalir dengan lancar saat hujan. Masyarakat juga harus diminta untuk mulai membersihkan lingkungannya minimal seminggu sekali,” ujarnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak RS TC Hillers Maumere, dr. Mario B. Nara menyebutkan, DBD kembali merenggut nyawa seorang anak berusia 6 tahun asal Blidit, Desa Egon, Kecamatan Waigete, Minggu (19/7/20200 sore.
Menurut Mario, korban dibawa keluarganya berobat di RS TC Hillers Maumere Jumat (17/7/2020) dalam posisi DBD stadium IV. Walau telah mendapatkan pertolongan medis, anak tersebut akhirnya meninggal dunia setelah 3 hari dirawat di rumah.
“Warga harus mulai waspda dan melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sampah-sampah yang berpotensi menampung air seperti gelas minuman, botok tempurung kelapa dan lainnya harus dibersihkan,” pesannya.
Data yang dihimpun Cendana News menyebutkan, selain bocah berusia 6 tahun asal Desa Egon yang merupakan korban ke-16 yang meninggal Minggu (19/7/2020), terdapat anak-anak lainnya yang meninggal terserang DBD.
Korban ke-15 juga seorang anak bernama Fransiska Angelica Menga (8 bulan) asal Desa Watumilok, Kecamatan Kangae yang meinggal di RS TC Hillers Maumere, Jumat (19/6/2020).
Sementara korban ke-14 bernama Theresia BC Putrino (7 tahun) siswi SD Manunain, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur yang meninggal di RS TC Hillers Maumere Senin (9/3/2020) pada pukul 19.40 WITA.
Korban meninggal ke-13 atas nama Theresia Elvina De’e, siswi salah satu SD di desa Dobo, kecamatan Mego yang meninggal di RS TC Hillers Maumere pukul 22.00 Wita sedangkan korban ke-12 bernama Yohana Anjelina Salista (3,9) asal desa Nitakloang kecamatan Nita yang meninggal sore harinya.
Korban ke-11 bernama Yohana Angelina Sisilia Intan Sedu (11 tahun) asal desa Magepanda kecamatan Magepanda sementara korban ke-10 bernama Alisia Natalia Yoselin (3,3) asal desa Nele Urung, kecamatan Nele dimana keduanya meninggal Sabtu (29/2/2020) di RS TC Hillers Maumere.
Korban ke-9 bernama Maria Florida (15 tahun) asal desa Parabubu, kecamatan Mego, yang meninggal Kamis (27/2/2020) sekitar pukul 22.00 WITA dan korban ke-8 berasal dari jalan Brai desa Watugong kecamatan Alok Timur bernama Imelda Senhora Marin (4,7) yang meninggal Senin (24/2/2020) dimana keduanya meninggal di RS TC Hillers Maumere.
Selain itu korban ke-7 bernama Frederikus Antonius (15 tahun) asal kecamatan Bola yang meninggal Minggu (23/2/2020) serta korban ke-6 atas nama Livia Putri asal Dihit Nanga kecamatan Lela yang meninggal Minggu (20/2/2020) dan korban ke-5 Rifalno Susanto (4) dari desa Nitakloang, kecamatan Nita yang wafat Jumat (14/2/2/2020) malam.
Adrianus A. Tani Wangge (6 bulan), warga Waidoko, kelurahan Wolomarang, kecamatan Alok Barat merupakan korban ke-4 yang meninggal Rabu (5/2/2020) siang serta korban ke-3 Feradensi Akuila Trifena (12) asal Nuaria, desa Detubinga, kecamatan Tanawawo yang meninggal di RS Sta. Elisabeth Lela pada Rabu (5/2/2020) pagi.
Korban meninggal ke-2 Yulianus Putra Bang (2,7), warga kelurahan Kota Uneng, kecamatan Alok, yang meninggal di RS TC Hillers Maumere pada Selasa (21/1/2020) dini hari serta korban pertama bernama Elisabeth Marsela (19 bulan) asal desa Nebe kecamatan Talibura, yang meninggal Selasa (7/1/2020).