Tujuh Penumpang KA Naik dari Stasiun Purwokerto
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Hari pertama mulai dioperasikannya kereta api (KA), sudah ada 7 orang penumpang yang naik dari Stasiun Purwokerto. Ketujuh penumpang tersebut naik KA Ranggajati relasi Cirebon-Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember.
Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan hingga sore ini yang baru lewat KA Ranggajati, sedangkan untuk KA Kahuripan baru akan berangkat nanti malam dari Bandung.
“KA Ranggajati tadi ada 7 penumpang yang naik dari Stasiun Purwokerto, baru itu saja untuk hari ini,” katanya, Jumat (12/6/2020).
Menurut Supriyanto, sebenarnya ada KA jarak jauh tambahan yang mulai dioperasikan hari ini, yaitu KA Serayu pagi relasi Purwokerto – Kiaracondong – Pasarsenen PP. Namun, KA berangkat dari Stasiun Purwokerto pukul 06.50 WIB tersebut, dioperasikan secara mendadak, sehingga belum ada penumpang yang naik.

“Kita baru mendapat intruksi untuk mengoperasikan KA Serayu pagi tadi malam, dan pagi harinya langsung diberangkatkan, sehingga belum ada penumpang yang membeli tiket,” kata Supriyanto.
KA Serayu pagi melayani relasi Purwokerto – Kroya – Kiaracondong- Jakarta Pasarsenen, dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Purwokerto pukul 06.50 WIB, Stasiun Kroya pukul 07.18 WIB, Stasiun Maos pukul 07.56 WIB, Stasiun Sidareja pukul 08.44 WIB, Stasiun Banjar pukul 09.18 WIB, dan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 13.56 WIB serta sampai di Stasiun Pasarsenen pukul 17.49 WIB. Sebaliknya, KA tersebut berangkat dari Stasiun Pasarsenen pada pukul 09.15 WIB dan sampai di Stasiun Purwokerto pada pukul 20.34 WIB.
Dengan dioperasikannya KA Serayu Pagi ini, total ada tiga KA jarak jauh yang melalui wilayah Daop 5 Purwokerto. Yaitu, KA Ranggajati relasi Cirebon – purwokerto – Surabaya Gubeng – Jember PP, KA Kahuripan relasi Blitar – Madiun – Solo – Kutoarjo – Maos – Kiaracondong, Bandung PP dan KA Serayu pagi.
“Kalau untuk KA lokal masih baru dua yang dioperasikan, yaitu KA lokal Pramek relasi Kutoarjo-Solo pp, ada dua KA,” terangnya.
Pengoperasian KA jarak jauh maupun KA lokal secara bertahap tersebut, lanjut Supriyanto, untuk melayani penumpang. Karena masih ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah, maka dilakukan secara bertahap.
PT KAI juga akan terus melakukan evaluasi terkait pengoperasian KA tersebut. Untuk penambahan KA yang dioperasikan, masih menunggu perkembangan selanjutnya serta melihat dari hasil evaluasi.
Dan, pada perjalanan KA dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, PT KAI hanya menjual tiket 70 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia. Sehingga selama perjalanan, para penumpang tetap bisa menjaga jarak.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan untuk perjalanan KA reguler, para penumpang tidak lagi dikenakan aturan harus mengantongi surat rekomendasi dari gugus tugas setempat. Sehingga untuk seleksi calon penumpang, diserahkan sepenuhnya kepada pihak Daop 5 Purwokerto.
“Kalau surat rekomendasi dari gugus tugas itu hanya diberlakukan untuk Kereta Api Luar Biasa (KLB), sedangkan untuk KA reguler, semua persyaratan naik bagi penumpang diverifikasi langsung oleh pihak PT KAI atau Daop 5 jika di Purwokerto,” terangnya.