Terapkan Protokol Kesehatan, Pedagang Asongan Tetap Berjualan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Ada cara yang dapat dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi pandemi Covid-19. Tetap menerapkan protokol kesehatan adalah jalan satu-satunya bagi mereka untuk mengais rezeki.
Seperti yang dilakukan oleh Sari, seorang pedagang asongan di Kota Padang, dalam aktivitas sehari-harinya, Sari menggunakan masker dan sarung tangan, sebagai upaya untuk memberikan kebersihan dan kenyamanan bagi pelanggannya.
“Mau tidak mau saya berjualan. Tapi caranya itu ialah tetap jaga kesehatan dan menggunakan masker dan sarungan tangan. Karena transaksinya banyak orang, jadi saya pun harus aman,” katanya, Selasa (2/6/2020).
Sari berdagang asongan tidaklah di kawasan jalan raya, melainkan dari kantor ke kantor. Ia membawa sebuah tempat yang berisikan makanan manis khas kuliner Minangkabau, seperti lapek tigo sagi, serabi, dan sari kayo. Harga makanan manis yang dijual itu, tidaklah terlalu mahal, yakni rata-rata per bungkus Rp13.000.
Ia menyebutkan, dari hasil jualannya itulah telah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Hal inilah yang menjadi alasan Sari, harus tetap berdagang dalam situasi wabah Covid-19 ini.
“Sejauh ini pelanggan saya tetap nyaman saja. Karena saya sendiri menggunakan masker dan sarung tangan. Tujuannya tidak ada benda yang bersentuhan dengan kulit langsung, sehingga lebih aman,” ujarnya.
Sari menceritakan, usahanya itu sudah lama dijalani. Aktivitasnya itu dijalani dari hari ke hari, cara menjual barang dagangannya itu, Sari mendapat izin dari petugas kantor yang ditujunya untuk masuk kantor dan keluar kantor.
“Selagi mendapatkan respon yang baik dari petugas kantor, saya pun tetap bersikap baik. Alhamdulillah sejauh ini respon orang pada baik semuanya,” cerita dia.
Untuk itu, meski dalam situasi wabah Covid-19, Sari tetap menjalankan usahanya. Mengikuti protokol kesehatan adalah cara yang aman dilakukan, agar masyarakat turut merasa aman dalam bertransaksi.
Sementara itu, salah seorang pelanggan, Miko, mengatakan, makanan yang dijual oleh Sari itu murah dan terasa enak. Bisa dikatakan hampir setiap harinya, terima di waktu jelang sore, ia membeli makanan atau kue yang dijual oleh Sari tersebut.
“Bisa dikatakan tiap hari saya membelinya ke Uni Sari. Setidaknya jadi makanan ringan, jelang makan malam di rumah,” jelasnya
Selain benar-benar menikmati rasa yang enak, alasan Miko menjadi langganan Uni Sari, sebagai langkah untuk membantu pelaku UMKM. Karena dalam situasi wabah Covid-19 ini, kondisi perekonomian di segala lini jadi terganggu.
“Harga kuenya ini kan tidak mahal juga. Lagian bisa dimakan bersama teman-teman lainnya,” sebut dia.