Area Pasar dan Rusunawa, Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Angka pasien positif covid-19 di Kota Semarang terus meningkat, seiring dengan munculnya klaster baru penyebaran. Setelah pasar Rejomulyo atau pasar Kobong, episentrum baru muncul di Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, Pasar Burung Karimata dan di Rusunawa Kaligawe.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, per 2 Juni 2020, ODP sebanyak 244 orang, PDP sebanyak 126 orang, dan positif covic-19 bertambah menjadi 127 orang , atau bertambah sebanyak 5 orang dari data Senin (1/6/2020) lalu. Meski juga diikuti penambahahan pasien sembuh, dari 270 orang menjadi 276.

“Saya minta sedulur Semarang semua, untuk sekali lagi, terapkan protokol kesehatan, memakai masker dan hindari kerumunan. Jika kita melihat data covid-19 positif di Semarang terus meningkat, sejak tadinya 47 orang pada 18 Mei 2020, ” papar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di Semarang, Selasa (2/6/2020).

Pertambahan tersebut juga dipengaruhi dengan adanya klaster baru penyebaran covid-19 di Semarang. Tidak hanya satu, namun ada beberapa.

“Selain klaster di Pasar Kobong beberapa waktu lalu, kini juga muncul klaster baru di Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, Pasar Karimata atau pasar burung dan di Rusunawa Kaligawe. Saat ini kita sedang tracking ke keluarga dan pedagang-pedagang lainnya, apakah berhenti di titik ini atau masih ada kelanjutannya,” tandasnya.

Petugas gabungan Gugus Covid-19 Kota Semarang melakukan pengecekan suhu pengendara, dalam penyekatan kendaraan di perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Demak, Selasa (2/6/2020). Foto: Arixc Ardana

Hal tersebut penting, agar jangan sampai mereka yang positif menulari kepada anggota keluarga, tetangga atau teman. “Kita harus belajar dari kasus yang sudah ada. Kemarin yang di Pasar Kobong, ada satu pasien positif yang menulari 11 orang,” tambahnya.

Antisipasi juga terus dilakukan, pihaknya akan terus memperketat patroli di tingkat kelurahan, kecamatan dan kota, termasuk di perbatasan dengan kabupaten lain. Selain itu, juga memperbanyak tes swab secara acak di beberapa tempat, yang rawan covid-19.

Hal senada disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. Pihaknya terus melakukan rapid dan swab test di berbagai wilayah di Kota Semarang, termasuk di pasar tradisional, rumah sakit, petugas kesehatan hingga lingkungan perkantoran.

“Melihat tren positif covid-19 di Semarang yang cenderung meningkat, kita terus melakukan swab dan rapid test, untuk memetakan penyebaran covid-19,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Fravarta Sadman, mengatakan, operasional pasar yang menjadi lokasi penyebaran covid-19, akan ditutup selama enam hari.

“Nantinya, kita bersama Dinkes Kota Semarang dan BPBD Kota Semarang melakukan penyemprotan disinfektan, sehingga diharapkan bisa steril dan nantinya seusai sterilisasi bisa ditempati kembali,” pungkasnya.

Lihat juga...