Stok Menipis. Dinkes Banyumas Ajukan Penambahan 5.000 Rapid Test
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Gencarnya rapid test yang dilakukan Gugus Tugas Kabupaten Banyumas membuat stok alat rapid test menipis. Karenanya dalam waktu dekat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas akan mengajukan penambahan alat rapid test ke Pemprov Jateng sebanyak 5.000 buah.
Kepala Dinkes Kabupaten Sadiyanto mengatakan, sebelumnya Banyumas mendapatkan alokasi rapid test sebanyak 8.512 buah. Sudah banyak dipergunakan, antara lain untuk rapid test warga yang menjalani karantina, serta wilayah-wilayah yang terdapat kasus positif Covid-19. Saat ini yang tersisa tinggal 800 rapid test.
“Rapid test sudah dilakukan di berbagai wilayah dan diutamakan terhadap kelompok masyarakat yang berisiko, misalnya yang keluarganya terdapat pemudik positif, atau warga yang berdomisili di sekitar pasien yang terkonfirmasi positif Covid, hingga di pasar, tempat karantina, kemudian warga yang terjaring razia masker dan lain-lain,” terangnya, Sabtu (13/6/2020).
Lebih lanjut Sadiyanto mengatakan, meskipun sudah masuk new normal, namun kebutuhan rapid test tetap masih tinggi. Sebab, merupakan deteksi dini untuk penanggulangan penyebaran Covid-19.
“Akurasi rapid test memang tidak 100 persen dan harus dilanjutkan dengan swab, namun setidaknya kita bisa menjaring orang-orang yang reaktif. Ini merupakan upaya pencegahan yang cukup efektif,” katanya.
Sementara itu, Kabid Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas yang juga penanggungjawab GOR Satria, Taufik Widjatmoko mengatakan, warga yang menjalani karantina yang melakukan rapid test sebanyak 550 orang. Pemudik yang dikarantina di desa-desa dan sudah dilakukan rapid test sebanyak 1.700 orang. Sehingga rapid test untuk pemudik saja sudah mencapai 2.250 orang.
“Saat ini karantina di GOR Satria memang sudah ditutup, tetapi karantina di beberapa desa masih berjalan,” ucapnya.
Dari data Dinkes Kabupaten Banyumas, hari ini ada penambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga total kasus Covid-19 ada 69 orang. Yang masih menjalani perawatan sekarang tersisa 7 orang.