Positif Covid-19 di Indonesia Capai 37.420 Kasus dan 2.091 Meninggal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19, saat jumpa pers terkait penanganan Covid 19 di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020).-Foto: M Hajoran

JAKARTA — Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia dari hari ke hari terus mengalami penambahan, hingga Sabtu 13 Juni 2020 pukul 12.00 WIB mencapai 37.420 kasus, di mana hari ini ada penambahan sebanyak 1.014 kasus yang tersebar di sejumlah provinsi dan 2.091 di antaranya meninggal.

“Hari ini ada penambahan 1.014 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Untuk kasus pasien sembuh, kata Yuri, hari ini ada penambahan sebanyak 563 orang. Dengan demikian jumlah kasus pasien sembuh sampai dengan hari ini menjadi 13.776 orang.

“Selain itu pasien yang meninggal haru ini juga terjadi penambahan sebanyak 43 orang, sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal sampai dengan hari ini menjadi 2.091 orang,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (12/6/2020) kasus positif Covid-19 mencapai mencapai 36.406 kasus setelah ada penambahan 1.111 Kasus baru. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 13.213 orang dan yang meninggal sebanyak 2.048 orang.

Sementara itu sebut Yuri, data jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19. Jumlah ODP yang masih dipantau, per Sabtu (13/6/2020), ada sebanyak 42.450 orang. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 42.450 orang.

“Selanjutnya, jumlah PDP Covid-19 secara akumulatif ada sebanyak 13.578 orang. PDP menjadi prioritas pengetesan virus corona menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM),” ungkapnya.

Yuri mengaku, pemerintah menyatakan hingga saat ini sudah ada 495.527 spesimen yang diperiksa dengan swab PCR dan TCM. Dari jumlah tersebut, ungkapnya, spesimen dari 37.420 orang di antaranya dinyatakan positif virus corona.

Yuri kembali mengingatkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah masing-masing.

“Kalau ingin ke luar rumah, diharapkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak fisik dengan orang lain, mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah hingga melakukan olahraga teratur,” ungkapnya.

Selain itu Yuri juga mengajak segenap bangsa Indonesia untuk tetap produktif, bangkit secara bersama-sama tengah pandemi Covid-19. “Kita harus bangkit bersama-sama, bergotong royong untuk kemudian bisa produktif kembali di tengah situasi pandemi Covid-19 ini,” sebutnya.

Diketahui Presiden telah meminta jajarannya memberi perhatian khusus di tiga provinsi, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Tiga provinsi itu mencatat lonjakan kasus baru positif virus corona yang tinggi dalam beberapa waktu belakangan.

Jokowi juga memberikan target baru tes spesimen terkait Covid-19 mencapai 20 ribu per hari. Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan tes spesimen sebanyak 10 ribu per hari pada 13 April lalu.

Lihat juga...