Adaptasi New Normal Pemilik Usaha Kuliner Kembali Operasi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Sempat tidak beroperasi selama dua bulan lebih, sejumlah pelaku usaha kuliner mulai kembali buka. Sejumlah tempat usaha di kota Bandar Lampung yang hanya melayani pembelian makan untuk di bawa pulang (take away) kini mulai melayani makan di tempat (dine-in).

Lukman, salah satu penyedia kuliner es krim milik salah satu gerai waralaba di Jalan Kartini menyebut protokol kesehatan diterapkan. Pada gerai untuk menikmati es krim sejumlah kursi disediakan dengan posisi saling berjauhan.
Usman, salah satu pedagang nasi goreng mengaku telah berjualan sejak tiga hari silam. Saat adaptasi new normal ia mengaku tidak ada lagi razia dari aparat keamanan.
“Berbeda saat belum ada kelonggaran adaptasi masa new normal banyak pedagang kuliner memilih kembali berjualan terutama saat akhir pekan agar ekonomi tetap berjalan kembali setelah dua bulan tidak berjualan,” terang Usman saat ditemui Cendana News,Sabtu malam (13/6/2020)
Selain di kawasan Enggal, pedagang nasi uduk dan ayam goreng gang lorong di Jalan Pangkalpinang juga kembali beroperasi. Hasan, pedagang nasi uduk menyebutkan, usahanya mulai buka sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.
“Saya menyediakan tempat cuci tangan dengan dispenser lengkap dengan sabun dan tempat duduk dibuat berjauhan,” terangnya.
Posisi tempat duduk disusun agar pengunjung tidak saling bersentuhan fisik. Menyediakan menu nasi uduk dengan lauk ayam bakar, tahu dan tempe goreng Hasan melayani makan di tempat dan layanan pesan antar.
Dalam semalam Hasa menyediakan rata rata 20 kilogram nasi uduk, 10 kilogram ayam goreng. Menu tambahan yang disediakan meliputi jengkol goreng, petai goreng, tahu dan tempe goreng. Selama masa pandemi Covid-19 ia hanya menjual sekutar 10 kilogram namun saat new normal ia bisa kembali menjual hingga 20 kilogram.
“Masa adaptasi new normal pelaku usaha kuliner kembali beroperasi karena sumber penghasilan dari berjualan,” cetusnya.
Penggunaan aplikasi dalam penjualan kuliner sangat membantu omzet penjualan. Ia menyebut telah mendaftarkan lokasi berjualan sekaligus nama nasi uduk lorong. Presentase pembelian dengan memakai aplikasi Go Food dan pembelian langsung hampir imbang. Standar pengiriman menurutnya cukup bersih karena pengantar memakai masker dan sarung tangan saat mengantar makanan ke pemesan.