Pemerintah Fokus Mitigasi Dampak Ekonomi Covid-19
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah masih terus fokus melakukan mitigasi dampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, gerakan ekonomi rakyat juga kian digalakkan.
“Upaya tersebut dilakukan dengan dukungan fiskal dalam APBN 2020, melalui pemberdayaan UMKM, hingga program kemitraan umat,” terang Airlangga, di Jakarta, Kamis (18/6/2020).
Salah satu program pemberdayaan ekonomi rakyat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Airlangga mengklaim, bahwa realisasi dari program ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil.
“Total Realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 hingga 30 April 2020 sebesar Rp534,07 triliun, dengan outstanding sebesar Rp172,5 triliun, jumlah debitur sebanyak 20,3 juta orang, dan Non Performing Loan (NPL) rendah sebesar 1,24 persen,” ujarnya.
Sedangkan penyaluran KUR tahun 2020, lanjut Airlangga, hingga 30 April 2020 sudah mencapai Rp61,09 triliun atau 32,15 persen dari target 2020 sebesar Rp190 triliun, dengan outstanding sebesar Rp57,7 triliun, dan jumlah debitur sebanyak 1,7 juta orang.
“Berdasarkan provinsi, penyaluran KUR terbanyak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara,” kata Airlangga.
Ada pun terkait pembiayaan usaha Ultra Mikro dan Kecil, Airlangga menyebut pemerintah telah menghadirkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang ditujukan untuk kelompok wanita.
“Pembiayaan Mekaar meningkat dari tahun ke tahun dengan jumlah penyaluran sebesar Rp17,5 triliun pada 2019, dan diberikan untuk 6 juta nasabah. Sementara dana yang disediakan oleh Pemerintah untuk program Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp3 triliun di 2019, dan terus meningkat dari tahun ke tahun,” tukas Airlangga.
Lebih lanjut, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Airlangga menyatakan pemerintah juga mengupayakan Transformasi Digital, mengingat telah terjadinya perubahan pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online. Selain itu, ada peningkatan pemanfaatan teknologi digital yang membuat transformasi digital mengalami percepatan.
Pemerintah pun mendorong program Bangga Buatan Indonesia dengan target 2 juta UMKM masuk dalam digital market. Menko Airlangga menyebutkan, dalam rentang waktu 14 Mei 2020 hingga 9 Juni 2020, ada 301.115 UMKM online baru.
Selain itu, juga ada program Kemitraan Ekonomi Umat yang memiliki empat prinsip, yaitu Inklusif, Afirmatif, Pemberdayaan, dan Berkelanjutan.
“Ini didorong untuk dikerjasamakan dalam bentuk pilar pelatihan, kewirausahaan, dan kemitraan,” tuturnya.
Airlangga memastikan, pemerintah juga mendorong new normal dengan harapan masyarakat bisa kembali bekerja dengan situasi kenormalan baru dan mengedepankan protokol kesehatan.
“Dalam pandemi ini, permasalahan yang harus dipotong adalah mata rantai Covid-19, namun yang tidak kalah penting adalah memotong mata rantai PHK,” pungkasnya.