Minat Baca Warga Lamsel Meningkat di Saat Pandemi
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Lampung Selatan memberikan dampak positif bagi meningkatnya minat baca masyarakat. Adanya kebijakan belajar dan bekerja dari rumah, membuat anak-anak dan orang dewasa memiliki waktu luang dan digunakan untuk membaca buku di perpustakaan.
Ardiyanto, pegiat literasi motor perahu pustaka Bakauheni, menyebut masa belajar dari rumah yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Lampung Selatan memberi cukup waktu luang bagi anak-anak usia sekolah, dan dimanfaatkan untuk membaca buku.
Masa belajar dari rumah tanpa tatap muka di sekolah, menurut Ardiyanto sudah dilakukan sejak awal Mei silam. Sebagai pegiat literasi, ia menyebut kegiatan membudayakan kecintaan membaca buku tetap dijalankan dengan rutin. Meski tidak segencar sebelum pandemi Covid-19, kesempatan membaca buku terbuka lebar.

Memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya di Desa Kelawi, Bakauheni, peminjaman buku, melonjak. Dalam sepekan, buku dipinjam anak-anak, orang tua mencapai 50 buku. Namun selama pandemi Covid-19, jumlah buku dipinjam lebih dari 100 buah per pekan. Selain menyediakan fasilitas peminjaman buku, ia berkeliling ke pesisir pantai.
“Saya tinggal di dekat pesisir Bakauheni dengan kampung nelayan yang didominasi anak usia sekolah TK hingga SMA. Buku bacaan saya bawa, agar bisa dibaca selama masa belajar dari rumah dan liburan jelang tahun ajaran baru,” terang Ardiyanto, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (18/6/2020).
Peningkatan budaya membaca buku saat pandemi Covid-19, menurut Ardiyanto sangat terlihat. Faktor waktu yang lebih banyak di rumah dengan kegiatan monoton membuat anak kerap bosan. Keberadaan buku dengan judul bervariasi, memiliki gambar serta tambahan buku baru ikut mendukung. Selain itu, pegiat literasi ikut mendukung upaya pencegahan Covid-19.
Dukungan kegiatan literasi dalam pencegahan Covid-19, dikombinasikan dengan peningkatan budaya baca. Melalui program 10 rumah aman bantuan dari Kantor Staf Presiden (KSP), ia mendatangi sejumlah rumah warga.
Pemindaian suhu tubuh dilakukan dengan alat thermal gun bantuan dari KSP. Ia tetap mengedukasi anak mencintai kegiatan membaca buku.
“Kerap saya bawakan hadiah buku tulis, bolpoin serta sejumlah alat lain, agar anak semangat membaca,” cetusnya.
Pilihan mendatangi anak-anak di pesisir, menurutnya sangat tepat. Sebab, sebagian anak yang belum tersentuh teknologi gawai bisa menambah ilmu dengan membaca buku. Berbagai jenis buku yang disiapkan menyesuaikan usia anak-anak yang dikunjungi. Sebagian anak yang bisa menjangkau rumahnya tetap bisa meminjam untuk dibaca selama libur sekolah.
Kegiatan membaca buku selama waktu luang, menurutnya dibantu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bantuan diberikan berupa sejumlah buku bergambar dengan tema edukasi selama Covid-19. Buku yang mudah dimengerti anak-anak, akan meningkatkan kecintaan membaca buku selama berada di rumah.
Selain oleh pegiat literasi, budaya membaca buku yang meningkat diakui Ruhgiyanto, Kepala Desa Bangungrejo,Kecamatan Ketapang. Sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung perpustaakan desa (Perpusdes) berkurang.
“Saat sekolah libur, masa belajar dari rumah, kunjungan menurun, namun peminjaman buku tetap dilayani,” terang Ruhgiyanto.
Sistem peminjaman untuk dibaca di rumah, menjadi solusi untuk tetap mencintai membaca buku. Selain itu Bagi pengunjung yang akan membaca di Perpusdes, tetap menerapkan protokol kesehatan.
Jupri dan Slamet, pengunjung Perpusdes Bangunrejo, menyebut koleksi sangat beragam. Jupri yang menyukai dunia pertanian memilih mencari buku untuk proses penanaman bonsai. Memanfaatkan kamera smartphone, sejumlah petunjuk perawatan bonsai bisa difoto untuk proses belajar.
“Selain dari buku, saya memanfaatkan internet untuk belajar cara budi daya bonsai yang benar,” terang Jupri.
Slamet yang menyukai buku sejarah, mengaku Pepusdes Bangunrejo cukup nyaman. Memiliki ruang yang luas, ia bisa mencari dan membaca buku tentang budaya dan sejarah. Selama masa bekerja dari rumah, ia menyebut kegiatan membaca buku bisa dimanfaatkan. Sebab membaca buku bisa jadi pilihan pengisi waktu luang positif.