Luas Tanam Lahan di Purbalingga 8.000 Hektare Lebih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Mendekati akhir bulan Juni ini, luasan tanam di Kabupaten Purbalingga sudah mencapai 8.000 hektare lebih. Sedangkan target luasan tanam dari bulan April hinga September mendatang seluas19.305,6 hektare.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target luasan tanam, mengingat sekarang masih turun hujan. Sehingga para petani mengejar tanam, selagi masih ada hujan.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam ditemui di Purbalingga, Senin (29/6/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita optimis bisa capai target, karena masih ada hujan. Bulan April sampai Mei kemarin terealisasi 5.425,7 hektare, ditambah sampai dengan minggu ketiga bulan Juni ini terealiasasi 3.118 hektare,” terangnya, Senin (29/6/2020).

Menurut Mukodam, masih ada waktu tiga bulan untuk menambah luasan sekitar 11.000 hektare. Dan mendekati musim kemarau seperti sekarang ini, biasanya para petani cenderung mempercepat masa tanam, supaya masih kebagian air hujan. Karena pada awal tanam, tanaman membutuhkan suplai air yang cukup.

Lebih lanjut Mukodam merinci, untuk luasan tanam bulan April ada 1.887 hektare dan sekarang usia tanaman masuk dua bulan, kemudian luasan tanam bulan Mei ada 3.538 hektare dan sekarang usia tanaman masuk satu bulan.

Selain itu ada juga yang sudah tanam pada bulan Maret yaitu seluas 3.332 hektare, sekarang usia tanaman masuk 3 bulan.

“Jika ditotal mulai bulan Januari hingga Mei 2020 ini, luasan tanam di Kabupaten Purbalingga sudah mencapai 16.746,6 hektare, karena kita memang mendorong petani untuk mempercepat masa tanam,” jelasnya.

Upaya Dinpertan Kabupaten Purbalingga untuk mendorong realiasasi tanam ini antara lain dengan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) di seluruh wilayah. Petani diminta untuk mempercepat mengolah tanah selagi persediaan air masih mencukupi.

Kemudian Dinpertan juga mendorong petani melakukan pola pethuk atau sudah menyemai benih padi sebelum panen, sehingga saat panen, lahan bisa langsung diolah. Dan persiapan bibit yang sudah disemai, juga sudah siap untuk ditanam.

“Kita juga mendorong optimalisasi operasional alsintan pada kelompok tani ataupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Unit Pelayanan Jasa Alsintan serta Brigade Alsintan,” katanya.

Sementara itu, salah satu petani di Purbalingga, Pujianto mengatakan, saat ini ia baru mulai menanam padi, sebab sawahnya baru panen belum lama. Ia berharap, hujan masih turun dalam dua minggu ke depan, sehingga tanaman padinya cukup air.

“Sekarang masih turun hujan, jadi memang harus dipercepat tanamnya, supaya kebagian hujan, karena kemungkinan Agustus sudah masuk musim kemarau, sekarang saja, hujan sudah jarang turun,” tuturnya.

Lihat juga...