Hadapi New Normal, Sektor Pendukung Usaha Kuliner Kembali Beroperasi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Sektor pendukung usaha kuliner di kota Teluk Betung, Bandarlampung mulai beroperasi hadapi kenormalan baru atau new normal. Sejumlah warung makan, usaha catering pekerja dan ASN kembali beroperasi. Imbasnya permintaan bahan baku kembali normal.
Rosmala, salah satu pedagang sayuran, bumbu dapur di pasar Kangkung menyebutkan, semenjak muncul Coronavirus Disease (Covid-19) sejumlah warung makan tutup. Faktor liburnya sekolah, perkantoran pemerintah dan larangan membuka usaha berimbas usaha kuliner terhambat.
“Rantai distribusi dan juga kelonggaran dalam usaha kuliner membuat roda ekonomi kembali berputar, saat usaha warung makan hingga restoran boleh dibuka maka pasar tradisional kembali ramai,” terang Rosmala saat ditemui Cendana News, Sabtu (6/6/2020).
Pada masa new normal para pedagang menerapkan protokol kesehatan. Sebab pada pintu masuk pasar ada petugas pendisiplinan yang memeriksa. Saat tidak mengenakan masker,t idak cuci tangan dan jaga jarak akan dilakukan teguran.
Nurlela, pedagang daging ayam mengaku sektor usaha kuliner yang kembali operasi menguntungkannya. Semula selama ramadan ia hanya menyediakan sekitar 100 ekor daging ayam perhari. Dijual dengan harga Rp45.000 perekor kini ia bisa menyediakan hingga 200 ekor ayam.
“Masa new normal membuat usaha berjualan daging ayam kembali lancar, meski dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” cetusnya.
Pemilik usaha kuliner bernama Nurohmah di Kelurahan Bumiwaras menyebut ia buka sejak awal Juni. Kembali bekerjanya sejumlah karyawan perkantoran, sejumlah ASN di kantor pemerintah membuat warung miliknya kembali dibuka.
“Kemarin sosialisasi dari petugas kami hanya diminta siapkan tempat cuci tangan dan tempat duduk dibuat berjauhan,” bebernya.
Bahan kebutuhan untuk usaha kuliner bisa diperolehnya dari pasar Kangkung. Saat new normal ketika berbelanja di pasar ia wajib mengenakan masker. Pelayanan di warung miliknya pun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menyediakan tempat cuci tangan. Meski belum seramai sebelum ada Covid-19 warung miliknya kembali dikunjungi pelanggan.
Pedagang lontong sayur,nasi uduk bernama Diana mengaku meski beroperasi namun masih sepi. Pelanggan tetap yang kerap didominasi pelajar, mahasiswa dan pekerja tidak seramai sebelum ada Covid-19. Terlebih saat sejumlah sekolah belum beroperasi konsumen berkurang.
Saat new normal dengan diperbolehkannya sejumlah usaha dibuka berdampak positif bagi usaha kuliner. Sebab sejumlah karyawan akan membeli menu sarapan yang disiapkan olehnya. Ia juga memastikan dominan pelanggan membeli nasi uduk, lontong untuk dibawa pulang.