Baznas Fokus Percepatan Penanganan Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, negara Indonesia saat ini sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 yang berdampak tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Sehingga menurutnya, kondisi ini menjadi tugas semua warga negara Indonesia untuk semaksimal mungkin membantu mereka yang terdampak krisis Covid-19.
Terkait kondisi ini, Baznas juga bergerak mengembangkan kolaborasi multi-pihak dalam percepatan penanganan Covid-19. Sehingga menurutnya, sumberdaya Zakat,Infak, dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dikelola Baznas dapat dioptimalkan untuk penanganan Covid-19.
“Karena dampak pandemi Covid-19 yang memberatkan kehidupan masyarakat, maka menjadi penting bagi seluruh gerakan zakat di Indonesia, baik Baznas atau LAZ membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19,” papar Bambang pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas secara online di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Sehingga sangatlah penting menurutnya, untuk memfokuskan seluruh sumber daya ZIS dan DSKL yang dikelola Baznas, untuk percepatan penanganan Covid-19.
“Percepatan ini sangat penting, agar kehidupan di Indonesia segera kembali normal dan penderitaan masyarakat pun berakhir,” tandasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Baznas pusat hingga akhir Mei 2020, penyaluran ZIS dan DSKL untuk darurat sosial-ekonomi terdampak Covid-19 menyerap 60 persen dari total penyaluran.
Penyaluran untuk darurat kesehatan menyerap 35 persen, dan penyaluran untuk menjalankan program-program eksisting hanya mendapat alokasi 5 persen.
“Jadi, 95 persen penyaluran ZIS dan DSKL Baznas adalah untuk menolong mereka yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.
Bambang berharap semua Baznas Kabupaten atau Kota, dan LAZ di Indonesia melakukan hal yang sama seperti Baznas pusat.
Namun tentu saja menurutnya, harus dengan penyesuaian terhadap kondisi dan masalah internal yang dihadapi masing-masing Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).
Dia menyebut, di samping penyaluran ZIZ dan DSKL, Rakornas online Baznas juga dijadwalkan membahas permasalahan yang dihadapi lembaga zakat dalam pengumpulan ZIS dan DSKL.
Karena perubahan lingkungan eksternal yang dihadapi di tahun 2020 ini, menurutnya, bukan hanya pandemi Covid-19, tapi juga berubahnya lingkungan tekonologi dan lingkungan demografi.
Menurutnya lagi, pandemi Covid-19 telah memaksa semua OPZ untuk bekerja dari rumah atau work from home. Dalam keadaan seperti itu, maka teknologi 4.0 menjadi solusi dari efisiensi dan efektivitas kerja.
Teknologi 4.0 telah beberapa tahun terakhir ini dengan cepat merambah dunia perzakatan.
“Untuk itu, kita saling bertukar pengalaman dan persepsi untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal,” ujarnya.
Rakernas online bertajuk ‘Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19’, juga membahas masalah-masalah operasional yang mendukung pengelolaan ZIS dan DSKL selama pandemi Covid-19.
Dikatakan Bambang, bahwa manajemen operasional sangat penting agar pengelolaan ZIS dan DSKL dapat dilaksanakan secara transparan serta akuntabel sesuai syariah dan peraturan perundang-undangan.
Melalui Rakornas ini, Bambang mengajak seluruh peserta untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan zakat dengan berbagai programnya untuk mencari solusi permasalahan manajemen operasional terbaik.
“Kita tetap optimis bahwa kehidupan di depan itu cerah. Kita sedang bergerak dari gelap menuju terang, minadhulumati ilannur,” pungkasnya.