Wagub Sumbar: Supermarket Harus Perketat Protokol Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan kesiapan supermarket di daerahnya jelang menerapkan kebijakan new normal. Hal tersebut penting dilakukan agar pihak supermarket dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang berkunjung.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Gubernur telah menyampaikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat diperpanjang ke tahap II hingga 7 Juni 2020 mendatang. Artinya, ada kemungkinan tanggal 8 Juni 2020 itu seluruh daerah di Sumatera Barat telah menerapkan new normal.

Untuk menerapkan new normal itu, ada hal-hal baru yang perlu dipatuhi oleh masyarakat dan pihak lainnya seperti supermarket. Selama PSBB di Sumatera Barat, supermarket masih bisa beroperasi, meski terlihat sepi pengunjung, karena masyarakat disarankan untuk beraktivitas di rumah saja.

Salah satu supermarket di Kota Padang memajang pengumuman kepada pengunjung agar menggunakan masker saat hendak memasuki supermarket, Jumat (29/5/2020)/Foto: M. Noli Hendra

Tapi, pada pelaksanaan new normal nantinya, masyarakat sudah diperbolehkan untuk kembali beraktivitas, termasuk untuk ke supermarket, namun harus mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu, pihak supermarket harus menerapkan protokol kesehatan, agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Supermarket di Padang selama ini memang tetap buka, cuma sepi, karena masyarakat di rumah saja. Nah kalau nanti telah menerapkan new normal, masyarakat sudah bisa beraktivitas lagi, termasuk untuk ke supermarket,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Wagub menyatakan dalam new normal  itu, pemerintah ingin masyarakat menjadi lebih membiasakan diri untuk hidup sehat dan bersih yang dimulai dari kesadaran diri sendiri. Artinya, bila ingin beraktivitas layaknya dalam kondisi normal dengan ketentuan jaga kebersihan dan kesehatan.

Dia menegaskan, ketentuan-ketentuan yang perlu diterapkan di setiap supermarket itu, yakni harus menyediakan dua tempat untuk mencuci tangan agar tidak terjadi antren yang panjang. Serta mewajibkan bagi pengunjung untuk menggunakan masker sebelum memasuki supermarket, termasuk untuk anak-anak. Begitu juga untuk cek suhu tubuh menggunakan thermo gun, perlu untuk dilakukan.

“Dan yang terpenting itu, batasi pengunjungnya, serta jangan sampai kecolongan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker, dan tidak dicek suhu tubuhnya,” pinta dia.

Wagub juga meminta agar kepada pihak supermarket menyediakan announcer atau pemberi pengumuman berbagai informasi, yang dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat agar tetap jaga jarak dan menggunakan masker saat berada di dalam supermarket.

“Tak hanya kepada pengunjung, pekerja di supermarket harusnya begitu juga. Sama-sama menerapkan protokol kesehatan. Kalau mau new normal, tidak hanya untuk masyarakat umum saja, tapi seluruh pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat, Asben Hendri, mengatakan, situasi perdagangan di Sumatera Barat selama pandemi Covid-19 memang secara nilai ekonomi terjadi penurunan. Kondisi itu terlihat pada bulan kedua setelah dinyatakannya Sumatera Barat terjangkit Covid-19.

“Kalau di bulan pertama, bisa dikatakan cukup stabil perdagangan kita, karena segala bentuk akses dan transportasi dari berbagai lini tetap jalan. Tapi pas telah ada kebijakan dari pemerintah, barulah terlihat ada terjadi penurunan perdagangan,” ucapnya.

Seperti halnya hari ini yang terpantau di sejumlah supermarket di Padang, pengunjung terlihat sepi, dan ada beberapa tempat yang perlu ditutup, serta adanya pembatasan duduk di bagian tempat makan yang masih dibuka. Hal ini bukannya soal sepi pengunjung saja, tapi mengikuti protokol kesehatan.

“Soal tempat-tempat usaha yang tidak buka di supermarket itu, kebijakan pihak supermarket mengikuti aturan Kementerian Kesehatan. Tapi bagi Pemprov Sumatera Barat hal itu sudah tepat, karena memang begitu seharusnya dilakukan,” sebutnya.

Untuk itu, Asben menyatakan, dengan adanya new normal di Sumatera Barat, diharapkan kepada masyarakat dan pihak supermarket untuk benar-benar memperhatikan setiap pengunjung yang datang.

“Jika ada pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat dan diperparah lagi dalam kondisi tidak sehat jangan diperbolehkan untuk masuk, tapi sarankanlah untuk pulang dan istirahat di rumah dengan cara yang ramah dan sopan,” sebut Asben.

Lihat juga...