Sampah di Lokasi Karantina Sikka Mulai Berkurang

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sampah yang biasanya menumpuk di dua lokasi karantina terpusat yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berkurang setelah adanya kontainer sampah dan berkurangnya penghuni.

Biasanya sampah sisa bungkusan makanan dan botol air mineral di lokasi karantina gedung Sikka Convention Center (SCC) setiap harinya menumpuk karena menampung seratus lebih orang selama bulan April.

“Untuk sampah di gedung SCC dan bekas kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tugas membersihkannya ada di Bagian Umum Setda Sikka,” kata Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, Marthen Luther Adji, Rabu ( (20/5/2020).

Marthen mengatakan, ketika kontainer sudah terisi penuh maka akan menjadi tugas dinasnya untuk mengangkut kontainer sampah tersebut guna dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Wairii Desa Kolisia Kecamatan Magepanda.

Dirinya mengaku selalu mengontrol sehingga bila sampah menumpuk maka pihaknya akan segera menarik kontainer sampah tersebut agar segera dibuang sebab penghuni di dua lokasi karantina banyak sehingga sampah cepat menumpuk.

“Kalau sampah menumpuk maka BPBD atau Bagian Umum juga akan berkoordinasi dengan kami sehingga kami akan segera mengangkut sampah tersebut untuk dibuang ke TPA Wairii di Kecamatan Magepanda,” tuturnya.

Koordinator relawan PMI Kabupaten Sikka, Octavianus Aryo Adhityo saat ditemui di lokasi karantina, Rabu (20/5/2020). Foto: Ebed de Rosary

Koordinator relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di lokasi karantina terpusat Octavianus Aryo Adhityo mengatakan kondisi sampah di dua lokasi karantina mulai berkurang karena warga yang dikarantina juga berkurang.

Saat banyak penumpang kapal Lambelu menjalani karantina di gedung SCC sampah sangat menumpuk dan dalam sehari saja kontainernya bisa-bisa sudah penuh.

“Sekarang sampah sudah berkurang karena banyak warga yang sudah dipulangkan ke wilayahnya untuk menjalani karantina mandiri di rumah atau tempat yang disedikan pemerimtah desa ,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News di lokasi karantina, sampah bungkusan makanan sering menumpuk di kantong plastik hitam yang disiapkan di sekitar lokasi dua gedung karantina terpusat.

Selain itu, botol air mineral pun masih bertebaran di mana-mana serta ada juga kardus bekas air minum kemasan yang tidak dibuang ke dalam kontainer sampah yang disiapkan di lokasi karantina.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka berencana mulai mengosongkan dua lokasi karantina dan mengembalikan pelaku perjalanan untuk menjalani karantina mandiri di wilayahnya masing-masing.

Lihat juga...