Bazar Online di Sumbar Berikan Angin Segar Pelaku UMKM
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat bersama Forum UMKM menggelar Bazar Ramadan secara online, menyikapi kondisi pandemi Covid-19. Kendati bazar yang diselenggarakan berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata ribuan masyarakat telah melakukan transaksi melalui bazar online melalui aplikasi bajojo.id tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri, mengatakan, bazar online itu baru saja berakhir dilakukan. Meskipun bazar online yang dilakukan tahun ini merupakan secara perdana, karena turut didukung adanya aplikasi bajojo yang dikelolah oleh pemerintah.
“Aplikasi bajojo ini belum lama ini kita perkenalkan. Sekarang dengan adanya kondisi pandemi Covid-19, di mana masyarakat diminta untuk di rumah saja, dan tidak diperbolehkan adanya kerumuman. Kita bersama Forum UMKM menggelar bazar secara online,” katanya, melalui pesan singkat, Rabu (20/5/2020).
Ia menjelaskan, yang namanya bazar, maka harga-harga yang ditawarkan di aplikasi bajojo itu lebih murah. Hal ini lah yang membuat masyarakat mengakses bajojo dan melakukan berbagai kebutuhan, seperti makanan, sembako, dan pakaian.
“Dalam situasi seperti ini, bazar yang dilakukan itu tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan sejumlah kebutuhan. Tapi, juga turut membantu perekonomian pelaku UMKM kita. Dari data yang kita catat, jumlah transaksi cukup menggiurkan,” ujarnya.
Kepala Bidang UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Nasrizal, menjelaskan, dari informasi terkait aplikasi bajojo.id selama digelarnya bazar online jumlah merchant (toko) mencapai angka sekitar 1.000. Di mana dari toko yang tersedia itu, ada sebanyak 2.000 pengguna.
Dalam pelaksanaan bazar online ini, subsidi bazar diberikan sebesar 30 persen yang berasal dari donasi perantau Minang. Dengan adanya diskon harga itu, maka barang-barang yang dijual di bajojo selama bazar online, harganya lebih murah ketimbang barang-barang di platform belanja online lainnya.
“Kita mencatat jumlah transaksi Rp66.021.900 dengan keterbatasan alokasi donasi. Saat ini sudah mulai ada pergeseran mindset dari konsumen/masyarakat tentang manfaat online. Hal ini yang membuat transaksi cukup besar,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya kondisi seperti ini, turut membantu sisi ekonomi para UMKM di Sumatera Barat. 1.000 UMKM yang terlibat itu, bisa dikatakan kini dapat menikmati hasil yang baik, setelah mengikuti bazar Ramadan secara online tersebut.
“1.000 UMKM itu dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Barang-barang yang dipesan, akan diantarkan menggunakan kurir. Sementara untuk yang berada di daerah Kota Padang dan pembeli juga di Padang, maka si penjual akan menghantarkan langsung pesanan dari pembeli melalui aplikasi bajojo itu,” ungkapnya.