Pemkab Sikka Gunakan Insinerator untuk Bakar Limbah Medis dan APD
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan sesuai standar penanganan limbah medis maka semua Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan terutama saat penanganan warga yang diduga terinfeksi virus Corona semuanya harus dimusnahkan.

Semua APD yang dikenakan oleh tenaga medis saat pengambilan sampel darah pelaku perjalanan serta penanganan pasien yang reaktif berdasarkan hasil rapid test, di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantung plastik hitam dan dibawa ke ruang insinerator untuk dibakar.
“Semua APD yang dikenakan baik sarung tangan, baju, masker, pelindung wajah serta sepatu, semuanya harus dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk dibakar di mesin insinerator,” kata Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Y. Francis, Rabu (13/5/2020).
Dokter Clara menyebutkan, hal ini sesuai dengan standar organisasi kesehatan dunia dimana limbah medis masuk dalam kategori limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun.
Untuk itu pihak Dinas Kesehatan sebutnya, telah berkoordinasi dengan RS TC Hillers Maumere agar semua limbah medis dalam penanganan pasien Covid-19 akan dibakar di insinerator milik rumah sakit tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit TC Hillers Maumere sehingga semua limbah medis terkait penanganan Covid-19 dibakar di insinerator milik rumah sakit,” terangnya.
Clara menyebutkan, hasil pembakaran limbah B3 hanya menyisakan debu sebanyak 0,5 persen dari total sampah medis yang dibakar.
Dia mencontohkan, bila sampah medis yang dibakar sebanyak 10 kilogram, maka setelah pembakaran dengan insinerator yang baik hanya akan tersisa 500 gram debu atau abu.
“Mesinnya sudah canggih dan mampu membakar limbah medis sesuai persyaratan,” tuturnya.
Sementara itu Staf instalasi Sanitasi RS TC Hillers Maumere Fransiskus Lepa Palle mengatakan, pengolahan limbah medis di RS TC Hillers Maumere yang merupakan rumah sakit rujukan se-daratan Flores dan Lembata sudah mulai dibenahi.
Ciko sapaannya mengatakan, untuk tenaga medis yang melakukan pengambilan sampel darah dan menggunakan jarum suntik maka disiapkan safety box untuk meletakkan jarum suntik tersebut setelah satu kali dipergunakan.
“Limbah medis baik APD dan jarum suntik akan dibawa dan dibakar di mesin insinerator yang kami miliki. Mesinnya baru sehingga pembakarannya lebih sempurna,” jelasnya.
RS TC Hillers sebut Ciko, telah membeli dan memasang insinerator baru yang menggunakan sistem wet scrubber yang langsung membersihkan gas atau asap dari pembakaran mesin insinerator.