Kebutuhan Masker N95 di Sumbar 4.000 per Minggu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Penanganan Covid-19 di Sumatera Barat terus dioptimalkan, melihat kasus positif Covid-19 di daerah ini terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Saat ini perlengkapan yang sangat dibutuhkan ialah masker N95 yang khusus untuk para medis menangani pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, beranjak dari situasi Covid-19 di berbagai daerah maka kebutuhan perlangkapan juga mengalami peningkatan. Dimana per minggu dibutuhkan perlengkapan medis seperti Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 4.000 yang dilengkapi dengan masker N95.

Menurutnya, penggunaan masker N95 akan lebih efisien dari segi biaya, serta lebih aman bagi para medis yang menangani pasien Covid-19. Selama ini dalam melakukan penanganan pasien Covid-19, masker yang digunakan merupakan masker yang biasa digunakan yakni masker bedah.

“Biasanya petugas medis menggunakan masker bedah itu, dari segi pemakaian hanya bisa sekali pakai. Tapi jika untuk masker N95 bisa dipakai sebanyak 5 kali yang tentu ada situasi tertentu,” katanya, Selasa (5/5/2020).

Ia menyebutkan, kebutuhan masker N95 per minggu tidak hanya untuk rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 saja, tetapi juga untuk rumah sakit swasta lainnya. Untuk itu,  Dinas Kesehatan menanti kedatangan masker N95 tersebut agar penanganan Covid-19 lebih maksimal.

Diakuinya bahwa saat ini rumah sakit yang khusus menangani Pasien Covid-19 sangat membutuhkan masker N95, karena gudang Dinas Kesehatan Sumatera Barat sendiri kekurangan masker N95 tersebut.

“Untuk kebutuhan masker N95 ini tidak lama lagi akan datang, karena BNPB selalu konsisten dalam mengirimkan kebutuhan perlengkapan medis ini,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, sebelumnya pihak Dinas Kesehatan Sumatera Barat telah menerima APD sebanyak 2.200, dan APD itu akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk disalurkan ke Rumah Sakit yang menangani Covid-19 di Sumatera Barat.

Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu solusi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengantisipasi kebutuhan bagi tenaga medis. Dengan ketersediaan APD ini, katanya, semoga dapat memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan saat bertugas.

“Kami harap ketersediaan APD membantu mereka bekerja dengan tenang dalam memberikan pelayanan bagi warga yang terkena Covid-19,” ungkap Irwan Prayitno.

Ke depan Gubernur berharap, menyikapi situasi sekarang ini seluruh kompenen masyarakat agar terus berhati-hati dengan penyebaran Covid-19, selalu jaga kesehatan dan tetap di rumah.

Lihat juga...