Harga Daging Sapi dan Ayam di Lamsel, Stabil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Harga komoditas daging sapi dan ayam di Lampung Selatan (Lamsel) stabil pada masa bulan Ramadan. Nurhadi, pedagang daging sapi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang menyebut harga daging sapi stabil hampir sama sebelum Ramadan.

Per kilogram daging sapi jenis brahman yang diperoleh dari rumah potong hewan (RPH) Sidomulyo dijual seharga Rp120.000 hingga Rp130.000.

Stabilnya harga daging sapi menurut Nurhadi imbas permintaan dari masyarakat tidak meningkat. Daya beli masyarakat yang menurun selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menurutnya jadi alasan ia menjual daging sapi dengan harga stabil. Pada pertengahan Ramadan tahun sebelumnya daging sapi sempat dijual hingga Rp160.000 per kilogram.

Meski harga stabil ia menyebut permintaan daging sapi meningkat pada pertengahan Ramadan. Tradisi Qunutan syukur atas setengah bulan Ramadan membuat permintaan daging meningkat.

Menyiapkan sekitar 150 kilogram daging sapi per hari ia menyebut selalu habis terjual. Selain dibeli oleh warga sebagian dibeli oleh pemilik warung makan yang tetap beroperasi di Jalan Lintas Timur Sumatera.

“Permintaan untuk tradisi qunutan setengah bulan puasa Ramadan jadi pemicu peningkatan daging sapi, jadi kami siapkan stok untuk masyarakat yang ingin menyiapkan menu istimewa bagi keluarga dengan semur, rendang atau sop,” terang Nurhadi saat ditemui Cendana News di lapak dagangannya, Minggu (10/5/2020).

Nurhadi menambahkan, stabilnya harga daging sapi membuat daging sapi bisa jadi pilihan. Ahmad, salah satu pembeli daging sapi mengaku ia menyediakan menu istimewa untuk keluarganya pada awal, pertengahan Ramadan dan Idul Fitri.

Meski pandemi Covid-19 ia dan keluarganya tetap menjalankan ibadah puasa seperti biasa. Menu berbuka hingga sahur disiapkan oleh sang istri agar disediakan hidangan istimewa saat berpuasa.

Ahmad juga mengaku ia memilih membeli daging sapi karena harga terjangkau. Tahun sebelumnya ia bisa membeli daging sapi seharga Rp160.000 per kilogram. Kini dengan harga Rp120.000 per kilogram ia membeli daging lengkap dengan tulang iga untuk sop sebanyak 2 kilogram. Harga daging sapi menurutnya masih dalam batas wajar karena bersamaan dengan masa panen jagung dan padi.

“Usai masa panen padi dan jagung petani seperti saya ingin menghidangkan menu istimewa untuk keluarga,” cetusnya.

Selain daging sapi, kebutuhan ayam pedaging atau ayam potong masih dalam tahap wajar. Berkurangnya permintaan daging ayam yang dominan diminta oleh sejumlah rumah makan membuat harga daging ayam stabil.

Devi, salah satu pedagang ayam potong menyebut semenjak awal puasa Ramadan harga per ekor ayam mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000. Berbobot sekitar dua kilogram ayam masih banyak diminati.

Devi (kaos merah) salah satu pedagang ayam pedaging menjual ayam kepada Suyatinah (kanan) warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Minggu (10/5/2020) – Foto: Henk Widi

“Daging ayam masih jadi alternatif untuk warga yang tidak membeli daging sapi karena harga ayam terjangkau,” cetusnya.

Stabilnya harga ayam menurut Devi imbas sejumlah pedagang kuliner berhenti operasi selama masa pandemi Covid-19. Stok ayam pedaging diperoleh dari usaha peternakan di wilayah Palas yang sebagian akan dikirim ke Jakarta dan sekitarnya. Pembeli dominan membeli ayam pedaging dalam kondisi hidup sehingga masih bisa dipelihara hingga Idul Fitri.

Suyatinah, salah satu warga mengaku membeli ayam pedaging dua ekor seharga Rp70.000. Ayam pedaging dalam kondisi hidup menurutnya tidak langsung dipotong.

Ia memilih menjual ayam pedaging untuk menyiapkan menu kuliner keluarga selama bulan puasa Ramadan. Selain komoditas ayam pedaging yang stabil sejumlah harga bumbu dapur di pasar tradisional selama Ramadan juga cukup stabil.

Lihat juga...