Gugus Tugas COVID-19 Sikka Mengambil Sampel Swab 69 OTG

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kamis (7/5/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambul sampel swab 69 Orang Tanpa Gejala (OTG), yang menjalani kanratina di gedung Sikka Convention Center (SCC) dan bekas kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Ke-69 orang tersebut adalah, 46 OTG klaster Lambelu, 21 OTG klaster Gowa, dan dua orang dari klaster Magetan. “Hari ini, semuanya akan kita ambil swabnya. Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi karantina,” kata Petrus Herlemus, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Kamis (7/4/2020).

Petrus menyebut, ada 17 petugas medis dikerahkan untuk pengambilan sampel swab. Tim tersebut terdiri dari tiga orang dokter analis, serta dua tenaga medis dari kabupaten Manggarai Timur. Satu kelompok terdiri dari dua orang tenaga medis untuk menangani 10 orang OTG.

Sampel direncanakan, Jumat (8/5/2020) akan dikirim ke Kupang, untuk pemeriksaan PCR. “Hari ini dipastikan sebanyak 69 orang sudah diambil swabnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka tersebut mengatakan, sudah dilakukan rapid test terhadap 556 orang pelaku perjalanan. Dan sudah dilakukan 700 kali pengambilan sampel darah, untuk pemeriksaan rapid test.

Dinas Kesehatan kabupaten Sikka juga telah melakukan pelatihan kepada tenaga medis di Kabupaten Flores Timur untuk pelaksaan rapid test, dan cara pengambilan sampel swab dan penanganannya. “Kami juga sedang meminta kepala desa untuk melakukan pendataan terhadap 26 warga yang datang dari kabupaten Bogor dan provinsi Banten. Mereka tersebar di beberapa pulau di Kabupaten Sikka. Kami akan jemput untuk dilakukan rapid test,” ungkapnya.

Dokter Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam di RS TC Hillers Maumere Kabupaten Sikka menjelaskan, menang atau kalah dalam pertempuran, virus Corona akan mati asal kita mencegah penularannya. Upaya yang dilakukan dengan menghentikan penularan dan menahan virus berada di dalam tubuh satu manusia saja, maka tidak akan menyebarkan ke lainnya.

Tetapi kalau virus diberi kesempatan menular ke manusia lain, maka virus Corona akan berkembang biak terus seperti pelari estafet, berantai dari saru korban ke korban lainnya. “Semua menghentikan penularan Covid-19 -dengan sekuat tenaga, dengan menjaga jaga jarak, pakai masker, serta cuci tangan. Untuk mewujudkannya perlu kepedulian kita semua untuk mengingatkan dan membantu warga yang belum mau melakukan upaya pencegahan,” imbaunya.

Lihat juga...