Gugus Tugas Covid-19 Sikka Data Semua Kluster Gowa

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pendataan terhadap semua warga kluster Gowa yang pernah mengikuti Ijtima Ulama di daerah tersebut.

Untuk sementara, sejak dilakukan pendatan kemarin, Jumat (1/5/2020) sudah terdata 46 orang kluster Gowa dan sudah dilakukan rapid test terhadap 38 orang dan hasilnya 10 orang hasilnya reaktif.

“ Hari ini kita rapat dan mempersiapkan agar kluster Gowa yang rapid test-nya reaktif akan dijemput. Semalam baru dijemput beberapa orang dan masih tersisa empat orang di pulau,” ungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Sabtu (2/5/2020).

Sirilus mengatakan, tim gugus tugas sedang melakukan tracking terhadap kluster Gowa lainnya dan semuanya wajib menjalani rapid test bahkan bisa dilakukan pemeriksaan swab bila ditemukan indikasi Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus saat ditemui di Posko Covid-19, Sabtu (2/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Kluster Gowa yang sudah terdata bebernya sementara berasal dari Desa Nangahale Kecamatan Talibura, Pulau Parumaan Kecamatan Alok Timur serta yang bermukim di kota Maumere.

“Warga kluster Gowa sementara 46 orang, Kami sedang lakukan penelusuran agar mereka jangan bebas berkeliaran. Kita sudah melangkah maju ini,  jangan sampai mundur lagi,” tuturnya.

Pendataan kembali warga kluster Gowa dilakukan, kata Sirilus karena dua warga kluster Gowa di Kabupaten Manggarai Barat hasil swab-nya positif sehingga  semua warga yang mengikuti Ijtima Ulama di Gowa harus menjalani rapid test.

“Bila tidak mau menjalani pemeriksaan rapid test maka akan dipaksa.Kita tidak boleh mengikuti kemauan mereka karena ini demi keselamatan banyak orang,” tegasnya.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan,jumlah cluster  Gowa sementara ini ada 46 orang dan ada informasi jumlahnya bertambah.

Hal ini terjadi kata Petrus sebab dengan adanya pemeriksaan rapid test diantara mereka sesama kluster Gowa selalu memberi informasi kepada Satgas Covid-19 mengenai ada temannya yang belum didata.

“Ada juga yang tiba menggunakan kapal Tilong Kabila di Labuan Bajo terus melewati jalan darat ke beberapa kabupaten di Flores. Ada yang datang menggunakan kapal Pelni juga,” terangnya.

Disaksikan Cendana News, sebanyak 19 orang yang hasil rapid test-nya kemarin, Jumat (1/5/2020) reaktif sudah ada 15 orang yang dibawa untuk menjalani karantina terpusat di gedung Sikka Convention Center (SCC).

Lihat juga...