Bukittinggi Kaji Rencana Kembali Belajar di Sekolah
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melakukan langkah-langkah untuk membuka kembali belajar di sekolah. Langkah tersebut diambil dengan mengikuti ketentuan yang diterapkan oleh pemerintah setempat, terkait bersekolah dalam situasi pandemi Covid-19.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian untuk rencana membuka kembali belajar di sekolah pada Juli 2020 mendatang. Sebelum benar-benar membuka sekolah kembali, para guru akan dilakukan swab, hingga mengatur ulang jam belajar, serta menata jumlah siswa dalam satu kelas.
Diakuinya, sebelum semua rencana itu dijalankan, hal yang perlu dipastikan ialah hasil swab para guru dimana jumlahnya mencapai 2.000 lebih. Soal anggaran, jika Pemrprov Sumatera Barat tidak bisa membantu, Pemko Bukittinggi telah mempersiapkan anggaran untuk melakukan swab kepada guru tersebut.
“Kita rencanakan aktivitas belajar di sekolah dimulai bulan tujuh atau Juli 2020 mendatang. Hal ini seiring keinginan Pemko Bukittinggi untuk keluar dari PSBB, dan menjadi daerah percontohan yang menerapkan New Normal di Sumatera Barat,” katanya, Kamis (28/5/2020).
Dia menyebutkan, tidak seluruh sekolah yang akan dibuka pada Juli mendatang itu. Seperti untuk sekolah PAUD, TK, dan SD kelas I dan kelas II, masih belajar di rumah. Sementara untuk siswa SD kelas III sampai kelas VI bisa kembali belajar ke sekolah. Begitu juga untuk SMP dan tingkatan seterusnya.
“Meski nantinya situasi New Normal, protokol kesehatan tetap dijalankan bagi di sekolah. Jadi kita telah merencanakan langkah-langkahnya. Seperti pengurangan jam belajar, dari 7 jam sehari, menjadi 3,5 jam saja,” ujar dia.
Begitu juga soal jumlah siswa yang belajar dalam satu ruangan kelas. Tidak lagi dalam jumlah yang biasanya. Apabila sebelumnya jumlah siswa dalam satu kelas itu mencapai 20 hingga 30 orang, maka untuk satu ruang kelas itu, akan dibagi dua shif jam belajarnya. Artinya dalam kajian yang dilakukan, suasana sekolah dalam Covid-19 itu, tidak ada jam keluar main.
“Hal ini kita lakukan untuk menerapkan protokol kesehatan di sekolah, seperti jaga jarak. Yang terpenting, siswa dan guru haruslah menggunakan masker, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah masuk kelas,” paparnya.
Ramlan Nurmatias menegaskan, sebelum hal itu terlaksana, segala kajian atau langkah-langkah yang dimaksud akan disampaikan terlebih dahulu kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, melalui rapat siang ini Kamis (28/5) melalui video conference.
“Jadi hal itu adalah kajian yang kita lakukan untuk menerapkan New Normal dari sisi pendidikan. Tentunya kedepan langkah-langkah yang tepat akan kita lakukan,” ucapnya.
Dia menyatakan, selain pendidikan, dalam waktu dekat yakni bulan Juni 2020 nanti, pasar dan tempat wisata di Bukittinggi juga direncanakan akan kembali dibuka. Hal ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Pemprov Sumatera Barat mendukung kebijakan dan langlah-langkah yang akan diambil oleh Pemko Bukittinggi itu. Silahkan jika ingin memulai New Normal, asalkan telah mempersiapkan kajiannya.
“Kemarin saya ke Bukittinggi, dari laporan Wali Kota nya, mereka telah siap. Karena sejumlah kajian telah dilakukan,” sebutnya.
Dia mengatakan, selain Kota Bukittinggi yang telah melakukan kajian untuk menuju New Normal, hal yang sama juga akan diikuti oleh Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Daerah-daerah itu merupakan daerah yang kasus Covid-19 nya sudah menurun.
“Kalau Kota Padang belum bisa lagi. Karena sampai kemarin laporan Covid-19 masih terus meningkat. Untuk menerapkan New Normal, kasus positif Covid-19 harus lah menurun,” sebutnya.