Semarang Perketat Protokol Pencegahan Covid-19
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Mulai Senin (27/4/2020) mendatang, seluruh pasar dan pabrik di Semarang Raya, meliputi Semarang, Ungaran, Kendal, Demak dan Salatiga, wajib menerapkan protokol kesehatan jika tetap ingin beroperasi. Dalam pelaksanaan teknis, pemerintah kabupaten/kota bakal mendapat dukungan dari TNI-Polri, untuk memantau ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan tersebut.
“Hari ini (Jumat-red), kami minta semua ikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Selalu pakai masker dan wajib hukumnya, sekali lagi wajib hukumnya pakai masker. Selain itu, juga wajib menjaga jarak 1,5 meter. Ini nanti akan kita mulai laksanakan,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Jumat (24/4/2020).
Pihaknya menambahkan, mulai Senin (27/4/2020) juga akan dilakukan tindakan-tindakan yang lebih keras untuk masyarakat, agar bisa lebih tertib. Semarang Raya, kata Ganjar, belum menuju Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun sebagai konsekuensinya, masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita menyepakati satu-dua hari ini atau sampai minggu kita akan prakondisi. Kita lakukan penataan pedagang pasar. Sampaikan pada masyarakat untuk pasar-pasar, mari tertibkan bersama, nanti bupati/wali kota akan atur semuanya,” kata Ganjar.
Selain penataan pedagang pasar, juga dilakukan pengawasan secara ketat pada perusahaan atau pabrik, terutama soal jarak duduk saat kerja para buruh.
“Saya juga sudah sampaikan ke manajemen pabrik, tolong semua gunakan protokol yang ketat, dalam dua hari ini kita akan sosialisasikan,” tegasnya.
Ditegaskan pula untuk memantau ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan tersebut, Ganjar menjelaskan akan ada tim patroli.
Beberapa sanksi juga sudah disiapkan, di antaranya jika ada masyarakat yang tidak mengenakan masker saat ke pasar maupun pabrik, dipersilakan untuk balik kanan atau pulang ke rumah sampai mendapat masker.
“TNI-Polri sudah mendukung bupati/wali kota, semua sudah siap berikut perangkatnya, kita akan sosialisasi terus sekaligus melakukan patroli. Mudah-mudahan masyarakat semua bisa ikuti dan memahami semua ini,” kata Ganjar.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr. Yulianto Prabowo, memaparkan langkah tersebut diambil dalam upaya pencegahan Covid-19, agar tidak makin meluas. “Kita ketahui, pasar dan pabrik ini, menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Apalagi, pabrik-pabrik besar dengan karyawan ribuan, bahkan ada yang lebih dari 10 ribu orang, jika protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, kita khawatirkan akan terjadi penularan Covid-19 secara masif,” tegasnya.
Tercatat berdasarkan data corona.jatengprov.go.id per Jumat (24/4/2020) pukul 16.30 WIB, kasus Covid-19 positif di Jateng mencapai 543 orang, dengan 414 di antaranya masih dirawat, 66 sembuh dan 63 orang meninggal. Sedangkan jumlah PDP mencapai 1.134 dan ODP sebabnyak 27.089 orang.